Saat Harga Emas Diramal Bisa Sentuh Rp 900.000/Gram, Percaya?

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
13 July 2019 09:00
Saat Harga Emas Diramal Bisa Sentuh Rp 900.000/Gram, Percaya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia diprediksi terus naik hingga akhir tahun ini, meskipun sudah mencapai rekor tertinggi tahunan pada pekan lalu seiring dengan ketidakpastian global yang mendorong naik permintaan akan komoditas investasi ini sebagai aset aman.

Bahkan, harga emas diperkirakan mencapai US$ 2.000 per troy ounce pada akhir tahun ini. Hal ini disampaikan David Roche, Presiden dan ahli strategi global di Independent Strategy yang berbasis di London pada Senin (8/7/2019), dilansir CNBC International.

Harga tersebut setara dengan Rp 28 juta per troy ounce (Oz), dengan asumsi kurs Rp 14.100/US$.


Bagaimana dengan perhitungan secara gram dan rupiah?

Satu troy ounce, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 2.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 64,31 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.100/US$, maka prediksi harga emas yakni setara dengan Rp 906.771/gram.

Mengutip CNBC International, harga emas spot mencapai US$ 1.422,85 per troy ounce pada 25 Juni lalu yang merupakan rekor harga tertinggi dalam lebih dari 6 tahun terakhir.

Harga emas di pasar futures (berjangka) pekan lalu juga berada di level tertinggi sejak Agustus 2013, mencapai US$ 1.417,70 per troy ounce.

Harga emas telah berada dalam tren naik di tengah kabar kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya kekhawatiran geopolitik. Kondisi ini menurut Roche justru membebani pasar saham sehingga pasar melirik investasi emas sebagai save haven.

"
Saya benar-benar percaya pasar keuangan sekarang siap hancur seperti tumpukan pasir," katanya dalam acara 'Squawk Box' CNBC.

Namun, harga emas mulai terkoreksi sedikit pada perdagangan Senin ini, kemungkinan disebabkan oleh kabar rilis data tenaga kerja AS yang positif dan di luar prediksi.

Data tenaga kerja yang terdiri dari penyerapan pekerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll), tingkat pengangguran, serta rata-rata gaji per jam. Data ini merupakan salah satu acuan bagi The Fed untuk menetapkan kebijakan moneter.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan non-farm payroll sebanyak 224.000 orang, jauh di atas bulan Mei sebanyak 75.000 orang.

Sementara, tingkat pengangguran meski naik menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,6% masih dekat level terendah 50 tahun.
Rilis data tersebut membuat pelaku pasar kini memprediksi The Fed tidak akan agresif menurunkan suku bunga di tahun ini.

Di tengah pupusnya
harapan investor akan penurunan suku bunga The Fed karena data positif itu, Roche memproyeksikan harga emas akan terus naik, yang sebagian disebabkan oleh ketegangan perang dagang yang akan menambah sentimen negatif investor pasar saham.

"
Saya pikir perang dagang dengan AS adalah konflik global yang jauh lebih luas, jangkauannya lebih luas, yang akan merusak ekspektasi pertumbuhan di pasar ekuitas [saham]," katanya.

Mengingat prospek itu, Roche merekomendasikan agar investor menyimpan emas dalam portofolio mereka, selain juga tetap melirik investasi berbasis pendapatan tetap (fixed income) di Eropa dan surat utang (treasury) di AS.

Harga Emas Antam Lompat Rp 12.000/Gram

Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sempat naik hingga Rp 12.000/gram di Rp 662.000/gram. Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram saat ini di Rp 66,2 juta pada 11 Juli 2019.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam saat itu menjadi Rp 640.000 per gram dari Rp 628.000 per gram kemarin.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang juga melonjak 1,69%.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Jelang akhir pekan, harga emas sayangnya turun Rp 10.000/gram. Harga tiap gram emas Antam Rp 701.000, turun dari harga Kamis kemarin Rp 711.000/gram.

Sementara ukuran 10 gram dijual pada harga Rp 6,58 juta, 50 gram Rp 32,64 juta dan 100 gram seharga Rp 65,2 juta.

Keruk keuntungan di investasi emas.

[Gambas:Video CNBC]
(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading