Refinancing, First Media Disuntik Pinjaman Deutsche Rp 1,54 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 June 2019 16:36
Refinancing, First Media Disuntik Pinjaman Deutsche Rp 1,54 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup Lippo, PT First Media Tbk (KBLV), menerima fasilitas pinjaman dari Deutsche Bank AG, Singapura, berdasarkan Facility Agreement (FA) pada 20 Juni 2019 senilai US$ 107,50 juta, atau setara dengan Rp 1,54 triliun (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

"Perseroan telah menandatangani FA dengan rincian, nilai pokok pinjaman sejumlah US$ 107,50 juta, dengan jangka waktu pinjaman 24 bulan," kata Harianda Noerlam, Sekretaris Perusahaan KBLV, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/6/2019).

Dia mengatakan tujuan penggunaan pinjaman antara lain untuk refinancing utang perseroan dan keperluan modal kerja perseroan serta anak usahanya. Data laporan keuangan kuartal I-2019 mencatat kewajiban jangka pendek KBLV masih cukup tinggi yakni sebesar Rp 4,32 triliun dan kewajiban jangka panjang Rp 1,59 triliun.


Tahun lau, First Media Tbk
mencatatkan kerugian dan menjadi catatan terburuk dalam 4 tahun terakhir. Kerugian yang dikantongi perusahaan tahun lalu bertambah menjadi Rp 3,5 triliun dari tahun sebelumnya (2017) yang hanya di kisaran Rp 1,1 triliun.

Pada paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (26/04/2019), manajemen perseroan memproyeksikan kinerja perusahaan pada tahun ini masih akan merugi seperti tahun lalu.

Pasalnya, dampak hilangnya sebagian besar pendapatan perusahaan dari layanan Broadband Wireless Access (BWA) 4G LTE, PT Internux atau lebih dikenal dengan Bolt, masih terasa.


Harianda Noerlan ketika itu mengatakan perseroan tengah mengupayakan perbaikan kinerja perusahaan dengan strategi memaksimalkan lini usaha lain yang dimiliki.

Refinancing, First Media Disuntik Pinjaman Deutsche Rp 1,54 TFoto: Bolt (detikFoto/Rachman Haryanto)

Namun, dia mengakui untuk memperbaiki kerugian senilai Rp 4,19 triliun pada 2018 (rugi tahun berjalan) tidaklah mudah. Untuk itu, dia memproyeksikan tahun ini perseroan masih akan merugi.

Sejak izin Bolt dicabut, menurut dia, KBLV harus kehilangan sekitar 80% dari pendapatan. Pada 2019, pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 220 miliar, merosot 75,58% dibandingkan 2018 senilai Rp 901 miliar.

Saham First Media pada Kamis sore ini ditutup menguat 10% di level Rp 440 /saham dengan kapitalisasi pasar Rp 767 miliar.
Simak kinerja KBLV tahun lalu.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading