Bos Astra Buka-bukaan soal Bank Permata & Respons OJK

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
13 June 2019 09:10
Bos Astra Buka-bukaan soal Bank Permata & Respons OJK
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Astra International Tbk (ASIIbuka-bukaan soal nasib PT Bank Permata Tbk (BNLI), bank yang dimiliki Astra bersama Standard Chartered Indonesia (Stanchart) dengan porsi masing-masing 45% saham.

Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto, mengatakan sebagai pemegang saham, perseroan dan Stanchart akan memperbaiki, mempercantik, dan membuat kinerja Bank Permata lebih solid lagi. 

"Kami mengalami kesulitan tiga tahun lalu? Ya. NPL gross [kredit bermasalah], Saya tidak perlu sebutkan [tinggi], tapi sekarang sudah mencapai 3,8%. Dari waktu ke waktu tugas kami adalah memperbaiki yang kurang baik, that's basically operational excellent yang Astra jalankan," ujar Prijono dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia baru-baru ini.



Sebelumnya, Bank Permata diterpa rumor akan dilepas pemegang sahamnya. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sempat disebut akan mencaplok BNLI, namun gagal karena ketidakcocokan harga.

Dalam memperbaiki kinerja Bank Permata, kata Prijono, Astra menggunakan poin keempat dari catur darma perusahaan, dengan menerapkan strive for excellent (bekerja keras dan cerdas).

"Kami strive for excellent dengan tim baru kami percaya bahwa itu akan lebih baik," terangnya.

Namun demikian, ketika dikonfirmasi soal kabar Astra akan melepas sahamnya di Bank Permata, Prijono menolak untuk memberikan komentar.

"Saya tidak mau mengomentari spekulasi-spekulasi yang ada," katanya.

Ia hanya menekankan BNLI akan diperbaik dan dipoles lagi.

"Yang paling penting adalah diperbaiki, dipoles lagi, dipoles lagi. Jadi di Astra itu ada 229 perusahaan, kami berusaha untuk membawa 229 perusahaan itu menjalankan operational excellent yang baik sehingga pada suatu hari kita bisa menjadi jawaranya di segmennya masing-masing."

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso turut berkomentar. Ia mempersilakan siapa pun yang berminat untuk mengakuisisi Bank Permata. OJK tidak membatasi atau menunjuk instansi untuk mengakuisisi bank dengan kode saham BNLI ini.

"Ini kan proses korporasi, silakan saja. Kita tidak terlalu fanatik dengan siapa yang harus melakukan akuisisi, ini bisnis normal," kata Wimboh di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/6/2019).

Sampai saat ini Wimboh mengatakan belum ada yang menyampaikan minat secara langsung ke OJK terkait proses akuisisi.

Tarik ulur akuisisi Bank Permata
[Gambas:Video CNBC]




(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading