Eksklusif: Dirut Astra Bicara Rencana Untuk Bank Permata

Market - Desa Apridini, CNBC Indonesia
12 June 2019 13:42
Eksklusif: Dirut Astra Bicara Rencana Untuk Bank Permata
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Astra International Tbk (ASII) akhirnya buka-bukaan soal rencana perusahaan konglomerasi terbesar ini pada PT Bank Permata Tbk (BNLI). Baru-baru ini, Bank Permata ditempa rumor akan dilepas pemegang sahamnya.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Prijono Sugiarto, mengatakan tugas Astra International dan Standard Chartered adalah memperbaiki, mempercantik, dan membuat kinerja Bank Permata lebih solid lagi. Perlahan namun pasti hal tersebut sudah dilakukan.


"Kami mengalami kesulitan tiga tahun lalu? Ya. NPL gross, Saya tidak perlu sebutkan [tinggi], tapi sekarang sudah mencapai 3,8%. Dari waktu ke waktu tugas kami adalah memperbaiki yang kurang baik, that's basicly operational excellent yang Astra jalankan," ujar Prijono dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia baru-baru ini.


Prijono menambahkan, dalam memperbaiki kinerja Bank Permata, Astra menggunakan poin keempat dari catur darma perusahaan, dengan menerapkan strive for excellent (bekerja keras dan cerdas).

Soal Divestasi Bank Permata, Ini Penjelasan Bos AstraFoto: Kantor PT Astra International (IST)

"Kami strive for excellent dengan tim baru kami percaya bahwa itu akan lebih baik," terangnya.

Sayang ketika dikonfirmasi soal kabar Astra akan melepas sahamnya di Bank Permata, Prijono menolak untuk memberikan komentar.


"Saya tidak mau mengomentari spekulasi-spekulasi yang ada."

"Yang paling penting adalah diperbaiki, dipoles lagi, dipoles lagi. Jadi di Astra itu ada 229 perusahaan, kami berusaha untuk membawa 229 perusahaan itu menjalankan operational excellent yang baik sehingga pada suatu hari kita bisa menjadi jawaranya di segmennya masing-masing."


Asal tahu saja, Astra dan Standard Chartered masing-masing memiliki 45% saham Bank Permata. Sisanya dimiliki publik. Baru-baru ini Bank Permata diisukan akan dicaplok oleh Bank Mandiri. Namun akuisisi ini batal karena ketidakcocokan harga. (roy/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading