Likuiditas Ketat, BTN Ingin Naikkan Bunga Deposito 25-50 bps

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 June 2019 14:57
Likuiditas Ketat, BTN Ingin Naikkan Bunga Deposito 25-50 bps
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berencana menaikkan suku bunga deposito berkisar 25 hingga 50 basis poin.   Rencana itu selaras dengan kondisi likuiditas perbankan yang mulai ketat. 

Namun demikian, keputusan untuk menaikkan bunga deposito tersebut masih mempertimbangkan kondisi pasar. 

Hal itu ditegaskan Direktur Utama Bank BTN Maryono, saat ditemui di sela acara Halalbihalal OJK dan Bank Indonesia di Kompleks Bank Indonesia. Sebabnya, menjelang Lebaran, bank buku III telah lebih dulu menaikkan suku bunga deposito pada level 25-50 basis poin.


"Suku bunga deposito bisa naik, berapanya kita masih melihat pasar," kata Maryono, Senin (10/6/2019) di Menara Radius Prawiro, Bank Indonesia. 

Hal senada disampaikan Direktur Kepatuhan BTN, R. Mahelan Prabantarikso yang mengatakan, rencana menaikkan bunga deposito juga mempertimbangkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate yang saat ini masih bertahan di level 6%. 

"Sekarang posisinya tergantung BI 7DRR kan, karena posisinya tetep di posisi yg sama, sementara likuiditas tetep mengetat posisinya, kita mengikuti pasar," ucap Mahelan. 

Namun ia menyebut, jika nantinya bank pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan ini menaikkan bunga deposito berada pada kisaran 25 hingga 50 basis poin. 

"Kalo range kenaikan di posisi 25-50, sekitar itu kisarannya, tergantung dari tenornya," ujar dia. 

Dalam kesempatan terpisah, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga deposito. Pasalnya kondisi likuiditas bank swasta terbesar di Indonesia masih aman.

Direktur Bank BCA Santoso mengatakan deposito Bank BCA tidak mengalami kenaikan karena manajemen melihat kondisi ekonomi domestik cenderung stabil. Tekanan ini hanya berasal dari luar negeri terutama Amerika.

Santoso menambahkan sampai saat ini BCA tidak memiliki masalah dengan likuiditas."Di industri tidak ada tuntutan kenaikan yang besar, karena BI rate juga gak naik, bahkan kelihatannya kalau melihat sinyal dari Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani), kemungkinan kondisinya akan sedikit tren menurun," pungkas Santoso.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading