Bos Mandiri: Capping Bunga Deposito Masih Sulit Diterapkan

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
31 January 2019 08:06
Bos Mandiri: Capping Bunga Deposito Masih Sulit Diterapkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Kartika Wirjoatmodjo menyatakan pembatasan atau capping bunga deposito belum bisa diimplementasikan dalam waktu dekat.

Dijelaskan Tiko, idealnya memang suku bunga deposito diatur agar bank tidak berlomba-lomba menaikkan suku bunga dana.



"Sebenarnya ya pembatasan itu karena persaingan ya, tapi kalau kondisi seperti ini memang semua bank kan punya kebutuhan masing-masing, jadi idealnya ada, tapi akan sulit diimplementasikan," tutur Kartika, Rabu (30/1/2019) saat ditemui seusai acara Mandiri Investment Forum di Jakarta.


Diakui Tiko, likuiditas di awal tahun ini cukup ketat, seharusnya kata dia, Bank Indonesia seharusnya memberikan kelonggaran fasilitas jangka pendek bagi perbankan yang kesulitas likuiditas.

"Yang penting sebenarnya pendalaman dari sisi fasilitas BI-nya. Jadi kalau lagi kepepet, dia tidak naikkan bunga tapi ke fasilitas BI, jadinya bank yang kesulitam tidak harus ke market naikkin harga tapi ambil ke BI," tutur Tiko.

Bos Mandiri: Capping Bunga Deposito Masih Sulit DiterapkanFoto: Infografis/Bank Dengan Bunga Deposito Diatas 9%/Arie Pratama

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Bank Milik Negara (Himbara) Maryono meminta Otoritas Jasa Keuangan mengatur suku bunga deposito agar bank tidak berlomba-lomba menaikkan suku bunga dana demi mendapatkan likuiditas.

"Ya makanya tadi kita jaga supaya pengaturan dari pada suku bunga ini bisa diatur jangan sampai masing-masing BUKU berlomba-lomba menaikkan suku bunga dana," ujar Maryono dalam rapat kerja dengan Komisi XI, di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Ketika ditanya apakah perlu capping bunga deposito, Maryono meminta agar dibuat fleksibel saja.

"Bentuknya ya dibuat fleksibel mungkinlah," terangnya.




Tahun lalu, sejumlah bank terutama Bank BUKU III mulai menawarkan bunga special rate yang melampau BUKU I dan BUKU II karena mengalami keketatan likuiditas. Masalah ini bisa berlanjut tahun ini.

Perang bunga deposito bisa berdampak pada terkereknya bunga kredit perbankan.

"Kalau kita bisa menjaga kondisi yang kondusif kemudian kita tidak perlu berlomba-lomba naikkan suku bunga dana, supaya kondisi yang kondusif ini bisa terjaga dengan baik," ujar Maryono. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading