Merger Bank Dinar Hampir Rampung! Ini Rencana Investor Korsel

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 May 2019 - 14:43
Merger Bank Dinar Hampir Rampung! Ini Rencana Investor Korsel
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) mengungkapkan progres rencana merger atau penggabungan usaha dengan PT Bank Oke Indonesia masih berjalan sesuai dengan rencana. Perseroan kini tengah menunggu proses izin dari Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan (DPIP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang diteken Direktur Utama Bank Dinar, Hendra Lie dan Direktur Bank Dinar, Joyo, manajemen perseroan menegaskan perkembangan merger kedua bank berjalan sesuai dengan rencana karena dokumen yang diminta OJK sudah dipenuhi semua.

"Proses merger Bank Dinar dan Bank Oke telah dimulai sejak 2018. Izin rencana penggabungan telah diterbitkan oleh OJK bidang pengawas pasar modal pada 8 Maret 2019," tulis manajemen Bank Dinar, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (24/5/2019).

OJK saat ini melakukan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test pada calon Dewan Komisaris dan Direksi bank hasil penggabungan.


Perseroan berharap proses merger kedua bank tersebut akan rampung pada awal semester II-2019. Hal ini mengubah jadwal penggabungan resmi kedua bank yang sebelumnya diagendakan dilakukan pada 2 Mei 2019.

Per Maret 2019, pemegang saham Bank Dinar yakni APRO Financial Co Ltd sebesar 77,38%, Ahli Waris Almarhum Anugerah Liman 3,63%, sisanya pemegang saham dari manajemen terutama keluarga Liman. Adapun investor publik memegang 15,45% saham.

Mengacu data Bloomberg, APRO Financial adalah korporasi yang memberikan pembiayaan konsumen di Korea Selatan, sebelumnya perusahaan ini bernama A&P Financial Co Ltd.

Perusahaan ini didirikan pada 1999 dan berbasis di Seoul, Korsel dan beroperasi sebagai anak usaha dari APRO Service Group Co. Perusahaan memiliki 64 cabang di Jamsil,
Bupyeong, Cheongnyangni, Seongnam, dan Ilsan.

Manajemen Bank Dinar menegaskan secara umum, proses merger berjalan dengan baik mengingat APRO telah berkomitmen untuk mengendalikan 99,99% saham Bank Oke.


Selain itu, investor dari Korsel itu juga berkomitmen mengambilalih 77,38% saham Bank Dinar (porsi saat ini) untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kelompok Usaha/BUKU 3 (kategori bank dengan modal inti antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun), selama 5 tahun setelah merger rampung.

Nama Bank
Manajemen Bank Dinar menegaskan nama perusahaan hasil gabungan tetap menggunakan nama Bank Dinar terlebih dahulu karena bank tersebut menjadi surviving bank.

Setelah itu, maka kemudian akan dilakukan rebranding nama bank menjadi PT Bank Oke Indonesia Tbk, mengingat "OK Bank" sudah menjadi brand image dari APRO.

"Proses merger rampung jika izin penggabungan telah diterima dari OJK DPIP dan izin operasional dari Bank Indonesia serta persetujuan Menkumham," tulis manajemen.
 
Hingga 30 April lalu, perseroan sudah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 1,33 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1,75 triliun dan laba bersih Rp 6,19 miliar.

Simak ulasan laba bank kecil makin tergerus.
[Gambas:Video CNBC]
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading