Malangnya Jepang: Inflasi tak Naik-naik, PDB Tumbuh Stagnan

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 April 2019 16:36
Malangnya Jepang: Inflasi tak Naik-naik, PDB Tumbuh Stagnan
Tokyo, CNBC Indonesia - Jepang diprediksi akan gagal mencapai target inflasi sebesar 2% pada 2022, dan bahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu pun telah dipangkas oleh bank sentralnya, Kamis (25/4/2019).

Dalam laporan kuartalannya, Bank of Japan (BoJ) memperkirakan inflasi hanya 1,6% pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2022, yang berarti negara itu gagal dalam upayanya untuk memacu kembali kenaikan harga agar dapat mencapai target.



BoJ menurunkan perkiraan inflasi untuk tahun ini hingga Maret 2021 menjadi 1,3% dari 1,4%.


Inflasi Jepang saat ini berada di bawah 1%, jauh di bawah target 2%, meskipun selama enam tahun ini telah dijalankan stimulus moneter yang agresif di bawah Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda.

BoJ juga tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar setelah pertemuan dewan kebijakan selama dua hari. Tapi, bank sentral menambahkan kerangka waktu baru dan mengatakan tingkat suku bunga "sangat rendah" akan dipertahankan "setidaknya sampai sekitar musim semi 2020".

Penyebab perubahan ini adalah ketidakpastian ekonomi global dan risiko kenaikan pajak konsumsi dari 8% menjadi 10%, yang dijadwalkan akan mulai berlaku akhir tahun ini.

Malangnya Jepang: Inflasi tak Naik-naik, PDB Tumbuh StagnanFoto: REUTERS/Issei Kato

Pertumbuhan ekonomi yang awalnya diperkirakan akan berada pada 0,8% tahun fiskal ini dan naik menjadi 0,9% tahun berikutnya, juga diturunkan masing-masing 0,1 poin persentase.

BoJ memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Jepang tumbuh 1,2% pada tahun fiskal yang berakhir pada 2022, mengutip AFP.

Kuroda sendiri telah mendapat kecaman terkait keefektifan program pelonggaran moneternya dan bagaimana ia bermaksud mengembalikan kebijakan bank ke keadaan normal.



Pada 2013, BoJ memulai program pembelian obligasi besar-besaran dalam upaya untuk menstimulasi inflasi yang lama tidak aktif dengan tujuan mencapai target 2% dalam dua tahun.

Tetapi saat rencana itu mulai menunjukkan hasil, bank sentral terpaksa menunda tanggal pencapaian targetnya beberapa kali.

Pada bulan Januari, Kuroda terpaksa merevisi turun perkiraan inflasi BoJ, sebuah langkah yang dilihat sebagai bukti lebih lanjut bahwa pihak berwenang tidak dapat mendorong kenaikan harga. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading