Proyeksi Ekonomi Turun, Jepang Salahkan Perang Dagang

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 March 2019 18:55
Proyeksi Ekonomi Turun, Jepang Salahkan Perang Dagang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang untuk pertama kalinya dalam tiga tahun merevisi proyeksi pertumbuhan ekonominya. Jepang melihat perang dagang Amerika Serikat (AS)-China sebagai penyebab penurunan tersebut, selain juga karena melemahnya ekspor dan hasil industri.

Kantor Kabinet atau The Cabinet Office yang membantu mengoordinasikan kebijakan pemerintah, pada Rabu (20/3/2019) mengatakan perekonomian sedang dalam pemulihan secara bertahap, tetapi ekspor dan output menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Laporan ekonomi bulanan untuk Maret menunjukkan adanya penurunan angka dari Februari, namun Kantor Kabinet mengatakan ekonomi dalam pemulihan secara bertahap.


Bahkan, laporan bulan Maret itu memberikan pandangan pesimistis, menyebut perlambatan ini dapat berlanjut untuk beberapa waktu mendatang.




Proyeksi yang suram dapat memaksa pemerintah menunda kenaikan pajak penjualan nasional yang dijadwalkan akan berlaku pada Oktober, dan meningkatkan spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan mengambil beberapa langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Melansir Reuters, Rabu (20/3/2019) ekspor Jepang tercatat turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Februari dan hasil industri pada bulan Januari mengalami penurunan paling tajam dalam setahun karena perang tarif antara Washington dan Beijing telah memperlambat ekonomi China dan mengurangi permintaan untuk komponen ponsel dan peralatan pembuat chip dari Jepang.

Kantor Kabinet menurunkan proyeksi angka produksi industri untuk bulan kedua berturut-turut, mengatakan telah menunjukkan tanda-tanda kelemahan dan tidak berubah.

Terlepas dari dampak negatif akibat perang dagang, ekonomi Jepang harusnya terus tumbuh secara moderat karena belanja konsumen dan belanja modal terus meningkat, kata seorang pejabat Kantor Kabinet kepada para wartawan dalam sebuah briefing.




Untuk bulan Maret, pemerintah membiarkan pandangannya tidak berubah, yaitu bahwa belanja konsumen pulih dan belanja modal meningkat.

Namun, ada kekhawatiran bahwa perusahaan akan mulai memotong rencana belanja modal untuk tahun fiskal 2019 pada bulan April karena ketidakpastian tentang kebijakan perdagangan global.

Sektor manufaktur Jepang terkena dampak perang dagang karena mengirimkan komponen elektronik dan barang modal ke China, di mana komponen itu digunakan untuk membuat produk jadi yang diperuntukkan bagi AS.

Pemerintah dijadwalkan akan menaikkan pajak penjualan nasional menjadi 10% dari 8% pada Oktober, tetapi ada kekhawatiran hal ini akan melemahkan belanja konsumen dan membahayakan pertumbuhan.

BOJ pekan lalu memangkas pandangannya pada ekspor dan output, tetapi meninggalkan kebijakan pelonggaran radikal tidak berubah.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading