Poundsterling Jeblok ke Level Terendah dalam 2 Bulan Terakhir

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 April 2019 08:30
Poundsterling Jeblok ke Level Terendah dalam 2 Bulan Terakhir
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundsterling Inggris anjlok ke level terendah dua bulan pada perdagangan Selasa (23/4/19). Penyebabnya, apalagi kalo bulan tidak jelasnya masalah Brexit.

Pada Rabu (25/4/19) pukul 7:55 WIB, pound diperdagangkan di kisaran US$ 1,2940, tidak jauh dari penutupan Selasa di level US$ 1,2936, melansir kuotasi MetaTrader 5.

Sebelumnya pound bahkan sempat turun ke level US$ 1,2927 yang merupakan level terendah dua bulan, tepatnya sejak 19 Februari lalu.


Di saat pemerintah dan pihak oposisi Inggris sedang melalukan diskusi untuk membuat proposal Brexit, Perdana Menteri Theresa May mendapat tekanan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Tekanan bahkan datang dari Partai Konservatif yang May sendiri adalah ketuanya.



Elite-elite Partai Konservatif geram akibat Brexit yang ditunda hingga dua kali, dan akan mendiskusikan untuk merubah aturan partai agar bisa mengajukan mosi tidak percaya.

Dengan aturan yang ada sekarang, Partai Konservatif tidak bisa mengajukan mosi tidak percaya kepada pimpinannya sampai bulan Desember tahun ini. Hal ini terjadi karena pada akhir tahun lalu mereka telah mengajukan mosi tidak percaya, dan Theresa May diputuskan masih layak memimpin partai.

Salah satu elite Partai Konservatif, Nigel Evans, mengatakan cara PM May menangani Brexit membuat jadi kacau, dan ia seharusnya mengundurkan diri. Ia juga merekomendasikan agar May mengundurkan diri dalam beberapa hari ke depan.

Tekanan dari internal partai, ditambah dengan buntunya diskusi dengan pimpinan oposisi, Jeremy Corbyn semakin menunjukkan ketidakjelasan arah Brexit.



Partai Buruh selaku oposisi mengatakan PM May tidak bisa memberikan perubahan substansial pada proposal Brexit yang dibuatnya. Sebaliknya PM May mengatakan Partai Buruh mempersulit jalannnya diskusi.

Kisruh Brexit ini seakan menutup serangkaian data ekonomi yang menunjukkan kuatnya ekonomi Inggris, sehingga poundsterling masih terus mengalami tertekan sejak pekan lalu.



TIM RISET CNBC INDONESIA


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading