Parlemen Kukuh Cegah Brexit No-Deal, Pound Terus Tekan Dolar

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 April 2019 08:15
Parlemen Kukuh Cegah Brexit No-Deal, Pound Terus Tekan Dolar
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Inggris, poundsterling, kembali menguat terhadap dolar AS pada awal perdagangan hari ini Kamis (4/4/2019). Bahkan hingga Rabu (3/4/19) kemarin pound telah membukukan penguatan tiga hari beruntun.

Pada pukul 7:41 WIB, Kamis, pound diperdagangkan di kisaran US$ 1,3177, menguat dibandingkan penutupan Rabu di level US$ 1,3155.



Parlemen Inggris yang sekali lagi menegaskan tidak boleh terjadi no-deal atau hard Brexit memberikan sentimen positif bagi poundsterling.


Hasil voting di DPR (House of Commons) Inggris menyepakati pemerintah harus menunda Brexit yang seharusnya dilakukan pada 12 April nanti, dan terus berupaya membuat proposal Brexit yang agar terhindar dari no-deal. Hasil pemungutan suara tersebut kini akan diserahkan ke MPR (House of Lords) untuk divoting juga.

Pada hari Selasa (2/4/19) waktu setempat, Perdana Menteri Theresa May mengatakan ia akan mencoba bernegosiasi dengan Uni Eropa untuk kembali menunda Brexit. PM May berencana akan berdiskusi dengan pimpinan oposisi (Partai Buruh) Jeremy Corbin untuk memecahkan masalah yang membuat proposal Brexit-nya ditolak berkali-kali Parlemen.

Uni Eropa sebelumnya telah memberikan penundaan Brexit yang seharusnya dilakukan pada 29 Maret menjadi 12 April. PM May harus berusaha keras untuk mendapat penundaan lagi, mengingat pihak UE sudah pesimis sejak awal jika proposal Brexit PM akan akan didukung Parlemen Inggris.

Di sisi lain, dolar AS sedang mendapat pukulan akibat buruknya data tenaga kerja AS. Automatic Data Processing Inc. pada Rabu kemarin melaporkan sepanjang bulan Maret perekonomian AS hanya mampu menyerap 129.000 tenaga kerja, turun jauh dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 197.000 tenaga kerja.



Rilis tersebut tentunya bukan kabar bagus, mengingat data itu biasanya digunakan acuan untuk memprediksi rilis data tenaga kerja versi pemerintah AS di hari Jumat (5/4/19) besok.

Data tenaga kerja AS, khususnya non-farm payrolls (NFP) atau penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian kerap memberikan dampak yang besar di pasar finansial. NFP sering dijadikan indikator kekuatan ekonomi AS, begitu juga dengan rilis data indeks rata-rata upah perjam yang dirilis secara bersamaan.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading