Harga Minyak Membubung, Emiten Migas Pimpin Top Gainers

Market - dwa, CNBC Indonesia
09 April 2019 16:11
Harga Minyak Membubung, Emiten Migas Pimpin Top Gainers
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia terus mencatatkan reli sejak pekan lalu. Bahkan pada April saja, harga minyak jenis Brent untuk patokan pasar Asia dan Eropa sudah naik 3,1% menjadi US$ 71,16/barel.

Di sisi lain, harga minyak jenis Light Sweet (West Texas Intermediate) untuk patokan pasar Amerika, naik hingga 4,8% menjadi US$ 64,55/barel.




Tingginya harga minyak akan menguntungkan para produsen minyak tanah air karena mereka dapat mengantongi penjualan yang lebih besar.

Hawa positif dari kenaikan harga minyak tentunya mendongkrak harga saham emiten minyak dan gas (migas) ke zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Data BEI mencatat, pada penutupan perdagangan sesi II, Selasa ini (9/4/2019), saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berhasil mencatatkan kenaikan harga hingga 14,55% menjadi Rp 63/saham.

ENRG bahkan berhasil masuk ke dalam daftar top gainers hari ini (9/4/2019), dengan total nilai transaksi Rp 22,50 miliar dengan volume perdagangan 361 juta saham. Padahal secara rata-rata harian, emiten ENRG biasanya hanya diperdagangkan sebanyak 111,51 juta saham.


Emiten minyak lain yang juga mencatatkan kenaikan adalah PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA) yang sahamnya naik 2,69%, PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 2,17%, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,19%.

Pelaku pasar tampaknya menaruh harapan akan kenaikan harga minyak dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan harga minyak diproyeksi akan bertahan di level tinggi hingga Juni mendatang. Pasalnya, harga minyak yang tinggi merupakan jaminan atas perolehan penjualan yang lebih oke bagi produsen minyak.

Kenaikan harga minyak juga menjadi katalis positif bagi emiten migas yang mencatatkan kerugian di tahun 2018, seperti MEDC yang merugi hingga US$ 51,3 juta atau setara Rp 742,88 miliar (asumsi kurs Rp 14.481/US$).

Kerugian perusahaan milik pengusaha Arifin Panigoro ini cukup dalam, padahal total pendapatan perusahaan berhasil naik 34,59%. Perusahaan terpaksa merugi karena ditekan beban penjualan dan beban bunga.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading