Analisis Teknikal

Duh! Harga Minyak Acuan RI Bisa Tembus US$ 83/barel Tahun Ini

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
09 April 2019 15:53
Harga minyak mentah dunia (crude oil) menyentuh level tertinggi dalam 5 bulan terakhir.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia (crude oil) menyentuh level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Harga minyak mentah jenis Brent, patokan pasar Asia dan Eropa, bahkan menyentuh level terkuat sejak November tahun lalu yakni US$ 71,34/barel.

"Pertempuran yang terjadi di Libia baru-baru ini telah membuat [harga] minyak mentah Brent menembus di atas US$ 70 barel," kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, seperti dikutip CNBC International, Selasa (9/4/2019).

Hansen mengatakan pertempuran di Libia menambah tensi pasar yang sudah tegang akibat Amerika Serikat (AS) yang menerapkan sanksi terhadap ekspor minyak mentah dari Iran dan Venezuela.


Sebelumnya, organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) juga telah memotong produksi minyak. OPEC berkomitmen mengurangi produksi minyak hingga sebesar 1,2 juta barel/hari mulai Januari 2019.


OPEC juga dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan pada 17-18 April mendatang untuk membahas kelanjutan kesepakatan tersebut.

Sejak awal tahun 2019, harga minyak dunia sudah naik cukup tinggi. Hingga penutupan perdagangan hari Senin (8/4/2019), harga Brent naik hingga 32,16%, sedangkan jenis light sweet (WTI) yang menjadi patokan pasar Amerika Serikat tercatat lebih tinggi 41,82%.

Minyak mentah berjenis Brent merupakan jenis minyak yang dijadikan patokan pemerintah Indonesia. Ketetapan formula ini tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor 6171/12/MEM/2016.

Kenaikan harga minyak khususnya jenis Brent bukan berita baik buat rupiah, sebab Indonesia adalah negara net importir minyak. Ketika harga minyak naik, maka biaya importasi semakin mahal.

Akibatnya neraca perdagangan dan kemudian transaksi berjalan (current account) akan menanggung defisit. Apabila defisit transaksi berjalan semakin lebar, maka rupiah akan rentan melemah.

Analisis Teknikal
Chart: Refinitiv

Dalam jangka pendek, tren harga minyak Brent cenderung naik (uptrend) karena harganya bergerak di atas rata-rata dalam 5 dan 20 hari terakhir (moving average/MA5/MA20).

Harga Brent berpotensi menguji level US$ 75/barel dalam beberapa minggu ke depan. Level tersebut merupakan level penghalang kenaikan atau resistance yang mempunyai potensi untuk diuji.

Adapun dalam tren yang lebih panjang, setidaknya sepanjang tahun ini, minyak mentah Brent berpotensi menyentuh level US$ 83/barel.

Potensi tersebut terlihat dari tren kenaikan melalui indikator teknikal moving average convergence divergence/MACD, pada indikator tersebut Brent cenderung mengarah naik (golden cross). 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Mentah Galau Lagi, Ada Apa ya?


(yam/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading