Teluk Membara & Terancam Perang, Saham Migas Terbang

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
16 September 2019 10:16
Teluk Membara & Terancam Perang, Saham Migas Terbang
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham dari para pemain besar industri minyak mentah Tanah Air kompak menguat pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan melesatnya harga minyak dunia karena dua fasilitas pengolahan minyak mentah asal Arab Saudi diserang pada akhir pekan kemarin.

Pada pukul 09:45 WIB harga saham PT Elnusa Tbk (ELSA) melesat 7,14% ke level Rp 360/unit, saham PT Energi Mega Persada Tbk menguat 4,92% menjadi Rp 64/unit, PT Medco Energi International Tbk naik 4,67% menjadi Rp 785/unit. Ketiga saham tersebut anteng menempati jajaran top gainers pada perdagangan pagi ini (16/9/2019).

Selain itu, belum sampai 1 jam setelah perdagangan dibuka, total volume perdagangan saham-saham tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata transaksi hariannya.


Data pasar menunjukkan, pada pukul 09:53 WIB volume perdagangan MEDC mencapai 81,43 juta unit atau 4 kali lipat lebih besar dari rerata volume transaksi yang ada di 19,21 juta unit.

Sementara itu untuk ENRG mencapai 105,16 juta unit dari rata-rata di level 45,36 juta unit, dan ELSA ditransaksikan sebnayak 93,38 juta unit dari biasanya hanya 22,59 juta unit.

Untuk diketahui pada Sabtu pagi (14/9/2019) waktu setempat, dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang pesawat drone. Pemberontak Houthi Yemen mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dilansir CNBC International.

Akibat serang tersebut, Saudi Aramco kehilangan sekitar 5,7 juta barel hasil produksi harian atau setara dengan 50% dari pasokan minyak global. Ini merupakan kehilangan pasokan minyak terbesar, mengalahkan dampak dari hilangnya pasokan minyak saat perang teluk pertama (GulfWar I) di Agustus 1990.

Pada pukul 10:00 WIB harga minyak dunia kontrak pengiriman Oktober jenis Brent dan Light Sweet naik masing-masing 9,7% ke US$ 66,06/barel dan 8,4% menjadi US$ 59,46/barel. (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading