Sebelum Investasi, Simak Aksi Korporasi 9 Emiten Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 March 2019 07:50
Aksi korporasi emiten pekan lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan lalu (22/3/2019) dengan penguatan yang cukup besar yaitu 0,36% ke level 6.525,27 poin.

Kinerja IHSG kompak dengan bursa saham utama Benua Kuning yang juga bergerak ke arah utara (menguat): indeks Hang Seng naik 0,14%, indeks Shanghai naik 0,09%, indeks Nikkei naik 0,09%, indeks Kospi naik 0,09% dan Straits Times terkoreksi 0,05%.

Pada perdagangan Senin ini, (25/3/2019), ada beberapa peristiwa dan aksi korporasi yang bisa menjadi pertimbangan Anda untuk melakukan investasi hari ini, berikut rangkumannya.


1. Laba Indofood Naik Tipis Jadi Rp 4,16 T, Apa Penekannya?

Emiten konsumer Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengantongi kenaikan laba bersih tipis, sebesar 0,23% secara year on year (YoY) pada tahun 2018 dari tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 4,16 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 4,15 triliun.

2. Joss! Laba Indofood CBP Tembus Rp 4,58 T, Naik 21%
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,58 triliun pada akhir 2018, meningkat 20,5% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,89 triliun.


Laba usaha produsen Indomie tersebut meningkat 23,5% menjadi Rp 6,45 triliun pada tahun 2018 dari tahun sebelumnya Rp 5,22 triliun.

3. Pendapatan Lab Melesat, Laba Prodia Naik 16% Jadi Rp 175 M
Emiten pengelola laboratorium Prodia, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,35% menjadi Rp 175,45 miliar pada tahun 2018, dibandingkan tahun sebelumnya yRp 150,80 miliar.

Pendapatan bersih juga tumbuh sebesar 9,12% menjadi Rp 1,60 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,47 triliun. Perseroan juga membukukan kenaikan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) sebesar 16,08% dari Rp 239,05 miliar menjadi Rp 277,49 miliar.


4. Buntut OTT KPK, Kementerian BUMN Akan Rombak Direksi KRAS
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim mengatakan proses penggantian susunan direksi perusahaannya tengah dibahas Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal ini terjadi setelah Direktur Teknologi dan Produksi Wisnu Kuncoro terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat pekan lalu.

5. Cadangkan Kerugian Rp 311 M, Bagaimana Kinerja MPPA di 2018?
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola Hypermart dan Foodmart, kemungkinan akan mengalami penambahan kerugian pada kinerja tahun 2018, akibat dampak dari penutupan Mataharimall.com.

Mataharimall.com yang dikendalikan oleh Global Ecommerce Indonesia (GEI), telah dilebur ke dalam Matahari.com. Hal ini menyebabkan MPPA yang memiliki 10,08% saham di GEI melakukan pencadangan kerugian akibat investasi alias impairment senilai Rp 311 miliar. Nilai pencadangan tersebut setara dengan jumlah suntikan modal MPPA ke GEI.


6. Sasar Properti, Indocement Bidik Pendapatan Naik 4% Tahun Ini
Emiten pemilik merek Semen Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menargetkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 4% atau sekitar Rp 15,80 triliun dari realisasi penjualan di 2018 yang mencapai Rp 15,19 triliun.

Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan target pertumbuhan yang dipatok industri semen nasional untuk 2019.

7. Mau IPO, Menteng Heritage Tawarkan Rp 101-Rp 105/Saham
Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan investasi PT Menteng Heritage Realty Tbk siap melepas 20% sahamnya kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Dalam due diligence meeting yang dihelat perseroan pada Jumat (22/3/2019) perusahaan akan menawarkan 1,19 miliar saham dari jumlah yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan dengan harga Rp 101-Rp 105/saham perusahaan. Dengan demikian, perusahaan membidik dana segar sebesar Rp 120,36 miliar.

8. Sepekan Meroket 110%, Saham Cahayaputra Masuk Radar BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham perusahaan keramik, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) yang baru listing pada 31 Oktober 2018, ke dalam pengawasan khusus karena bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). Selain sahamnya masuk UMA, perdagangan waran perusahaan dengan kode CAKK-W juga bergerak di luar kebiasaan.


9. Reverse Stock Gagal, Ratu Prabu Siap Rights Issue Lagi
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) akan melakukan penawaran umum terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/rights issue) guna melakukan penambahan modal bagi perusahaan.

Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan digelar pada 7 Mei 2019.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading