Setelah Moody's, Giliran Fitch Ratings Ubah Peringkat LPKR

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 March 2019 18:31
Setelah Moody's, Giliran Fitch Ratings Ubah Peringkat LPKR
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global asal Amerika Serikat Fitch, menempatkan peringkat CCC+ atas utang jangka panjang dalam Rupiah maupun valas atas emiten pengembang properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan Rating Watch Positive. Sebelumnya, Fitch menempatkan kredit rating CCC+ dengan implikasi negatif.

Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia telah menempatkan peringkat Lippo dari sebelumnya BB- menjadi Rating Watch Positive (RWP).
Dalam keterangan persnya, Fitch menjelaskan, peringkat CCC+ dengan implikasi positif tersebut didasarkan rencana perseoran pada tanggal 12 Maret 2019 yang akan menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai US$ 730 juta yang akan selesai pada akhir Juni 2019 dan rencana pelepasan aset senilai USD280 juta yang akan rampung pada semester kedua tahun ini.

"Kami percaya ekuitas baru akan memberikan Lippo likuiditas substansial hingga setidaknya akhir tahun 2020, sehingga perusahaan memiliki kapasitas keuangan untuk melaksanakan rencana penyelesaian sementara memenuhi biaya bunga dan jatuh tempo utang jangka pendek," tulis Fitch Rating, Selasa (19/3/2019).

Fitch akan menaikkan peringkat utang jangka panjang Lippo menjadi B- dan peringkat Lippo menjadi BB+ setelah rights issue tersebut selesai dilaksanakan dan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk Puri Mall sebesar US$ 200 juta.


"Pemeringkatan selanjutnya akan tergantung pada Lippo yang menunjukkan kemampuannya untuk menghidupkan kembali penjualan properti perseroan secara berkelanjutan," jelas Fitch Rating.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat global Moody's Investors Service (Moody's) menaikkan prospek peringkat perseroan menjadi stabil dari negatif dan mempertahankan peringkat B3. Sementara S&P Global Ratings (S&P) menempatkan peringkat CCC+ atas utang jangka panjang di CreditWatch dengan implikasi positif.

John Riady CEO LPKR mengatakan peningkatan review yang dilakukan perusahaan pemeringkat global tersebut menkonfirmasi ketahanan likuiditas perseroan dan memperkuat neraca.

"Program pendanaan kami, yang akan memperkuat neraca, meningkatkan likuiditas dan memungkinkan Perseroan untuk meneruskan investasi dalam proyek-proyek utama yang sedang berjalan. Ke depan, kami akan fokus untuk menerapkan pengelolaan modal dengan lebih disiplin, untuk mendorong profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan dari platform real estat kami," kata John dalam rilis yang disampaikan perseroan, Jumat (15/03/2019).

John menambahkan, perubahan dalam prospek peringkat Moody's mencerminkan ekspektasi lembaga pemeringkat tersebut bahwa LPKR akan memiliki cukup uang tunai untuk mendanai kebutuhan operasional dan memenuhi kewajiban utang hingga akhir tahun 2020.


John Riady Bicara Soal Likuiditas, Meikarta & Grup Lippo
[Gambas:Video CNBC] (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading