Bursa "Tegur" AirAsia Soal Float Share

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 March 2019 10:11
Bursa
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia menyampaikan telah bertemu PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) dan meminta untuk menambah jumlah saham beredar (free float) minimal 7,5% sesuai dengan aturan bursa.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia, saat ini saham publik AirAsia masih berada di bawah 5%, atau tepatnya 1,09% kepemilikan atau baru 116 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 2,50 triliun.

Dala Aturan free float diatur dalam ketentuan V.1, yakni jumlah saham yang dimiliki pemengang saham non pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Sederhana-nya, dengan adanya aturan ini tujuannya agar saham yang beredar di pasar memiliki kekuatan untuk menetukan indeks, menciptakan fairness dan memberikan gambaran yang riil atas nilai saham yang didapat investor dengan mengecualikan pengendali.


"Kalau yang incomplience tentunya kita tidak biarkan, kita sudah ketemu sama mereka dan kita tanyakan program mereka ke depannya gimana," kata I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Rabu (20/3/2019) kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, ditegaskan Nyoman, saat ini otoritas bursa telah memetakan perusahaan tercatat yang belum memenuhi ketentuan free float. "Kami sudah mapping yang mana yang tidak memenuhi dan kita juga ada tim, kita lihat struktur dari perusahaanya kira kira, apa yang mereka lakukan, sama dengan kita karakteristrik-nya berbeda beda. Ada yang perlu effort lebih," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) berencana akan melepas saham ke publik untuk memenuhi ketentuan saham beredar (free float) sebesar 7,5%.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan rencana ini akan segera direalisasikan semester kedua tahun ini. Pihaknya tengah mengkaji untuk menerbitkan saham baru atau rights issue.

"Ada rencana tahun ini, mudah mudahan semester kedua mengenai penambahan jumah saham beredar di publik," kata Dendy saat acara dialog di CNBC Indonesia TV, awal Januari 2019 lalu. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading