Berujung Cerai, Misteri Hilangnya Tiket AirAsia di Traveloka

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 March 2019 17:59
Berujung Cerai, Misteri Hilangnya Tiket AirAsia di Traveloka
Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai berbiaya hemat PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) akhirnya buka suara terkait tiket pesawatnya yang sempat "raib" belakangan ini di dua situs online travel agent (OTA) Traveloka dan Tiket. com.

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, Senin (4/3/2019), tiket yang tersaji di dua situs tersebut di antaranya hanya Lion Air, Batik Air, Citilink, sampai Garuda Indonesia. Sayangnya tidak ada tiket AirAsia di kedua situs tersebut. Ini adalah kali kedua, tiket penerbangan AirAsia di Traveloka menghilang dalam dua pekan terakhir.

Pertama, pada 14 Februari-17 Februari 2019 lalu tiket AirAsia sempat hilang tanpa ada penjelasan resmi. Lalu, kejadian itu berulang pada 2 Maret, atas hilangnya tiket itu, akhirnya banyak masyarakat kemudian mempertanyakan melalui akun Instagram Traveloka, sayangnya admin dari Traveloka mengarahkan untuk membeli tiket maskapai lainnya. Ini yang membuat AirAsia geram.

"Kami cukup bersabar menunggu pernyataan resmi tapi tidak ada sedikit pun pernyataan dari Traveloka tentang hilangnya flight kami di Traveloka," ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan, saat jumpa pers di sebuah restoran di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (4/3/2019).


Atas kondisi itu, AirAsia memutuskan untuk menarik secara permanen penjualan penerbangannya dari agen perjalanan online Traveloka. Penarikan mencakup semua rute penerbangan di seluruh jaringan AirAsia.

"Per hari ini kami menyampaikan kami AirAsia secara grup kami men-suspend penjualan sleuruh tiket kami di Travelka, didasari atas kekecawaan kami terhadap traveloka," ujarnya.

Untuk tiket.com, saat ini AirAsia masih menyelidiki lebih lanjut dan menanti penjelasan resmi terkait hilangnya tiket maskapai dengan tagline "Now Everyone Can Fly" tersebut kepada manajemen Tiket.com.

Dijelaskan Dendy, online travel agent (OTA) memang punya kontribusi cukup besar terhadap penjualan tiket AirAsia. "OTA punya kontribusi 20% terhadap penjualan tiket AirAsia, separuhnya dari Traveloka," kata Dendy.

Namun ia tak ingin buru-buru menjustifikasi adanya persaingan tidak sehat atau monopoli antarmaskapai penerbangan Indonesia. AirAsia masih menjalankan laku bisnisnya seperti biasa.

"Saya tidak mau berspekulasi itu sudah ada instansi berwenang yang menyelediki, kami tidak melayani kalau berkompetisi secara tidak sehat," tutur dia.

Sebelumnya, Manajemen AirAsia Indonesia menegaskan bahwa perkembangan industri penerbangan dalam beberapa bulan terakhir ini memicu banyak kejadian yang luar biasa. Bahkan ada indikasi menuju persaingan yang tidak sehat sehingga pelanggan yang jadi korban.

Pernyataan ini dikemukakan Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi dalam catatannya di akun Facebook pribadinya, pada Minggu 17 Februari lalu, menanggapi sempat hilangnya pencarian tiket AirAsia di agen perjalanan daring (online travel agent), seperti Traveloka dan Tiket.com sejak pekan lalu.

Mantan Head of Ancillary AirAsia Indonesia ini juga menyatakan bahwa upaya menutup kanal distribusi tiket penerbangan tidak akan bisa membunuh kompetitor. Upaya melarang agen tiket online untuk menjual produk milik kompetitor juga dinilai bukan menjadi solusi.

Pada Senin ini, (18/2/2019), dalam statusnya di Facebook, Rifai mengatakan persoalan yang sempat ramai tersebut sudah selesai. Head of Communication AirAsia Baskoro Adiwiyono juga menambahkan tiket AirAsia sudah tersedia kembali di OTA. "Saat ini tiket kami sudah tersedia kembali di OTA. Alhamdulillah, sudah kembali ke jalan yang benar," kata Baskoro lewat pesannya kepada CNBC Indonesia, Senin (18/2/2019).

Pada Minggu, 17 Februari, kepada kantor berita Antara, Rifai mengatakan pihaknya mengindikasikan adanya intervensi oleh kompetitor kepada OTA. "Kami melihat adanya indikasi, adanya perintah yang memberikan tekanan kepada OTA," kata Rifai.


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading