Mandiri Akuisisi Bank Permata? Ini Kata Kementerian BUMN

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 March 2019 08:08
Kementerian BUMN belum menerima informasi dari Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo mengenai wacana akuisisi tersebut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum mengetahui adanya rencana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang bakal mengakuisisi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Hal itu diutarakan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo saat ditemui di Jakarta Convention Center usai rapat koordinasi Kementerian BUMN yang dihelat secara tertutup.

Menurut Gatot, pihaknya belum menerima informasi dari Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo mengenai wacana akuisisi tersebut.


"Belum dengar saya, bisa tanya Pak Tiko. Saya belum dengar dari Pak Tiko," kata Gatot, Kamis (28/2/2019).

Dijelaskan Gatot, saat ini Bank Mandiri juga belum menyampaikan rencana akuisisi bank dengan kode saham BNLI tersebut lebih lanjut dengan Kementerian BUMN.


"Mungkin malah baru tahu saya. Belum belum (dibicarakan)," kata dia.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sempat dimintai konfirmasi soal ini, tapi dia tak memberikan penjelasan.

"No comment. No comment," kata Kartika waktu itu.

Bank Mandiri sempat ramai disebut menjadi salah satu calon pembeli saham Bank Permata milik PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank masing-masing sebesar 44,56%. Bank pelat merah ini dikabarkan akan bersaing dengan bank-bank besar dari Jepang.

Nama-nama bank Jepang yang jadi pembeli yang disebut-sebut tersebut antara lain, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Japan Post Bank (JPB), Mizuho Financial Group (MFG) dan Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG). Dari empat nama tersebut, tiga nama sudah memiliki afiliasi dengan bank-bank Indonesia.

Kabarnya Bank Mandiri dan Sumitomo sudah memasukkan penawaran harga saham pada price to book (PBV) 1,5x. Selain itu, Mizuho juga sudah memasukkan penawaran tapi tidak disebutkan nilai valuasinya.

PBV atau rasio harga terhadap nilai buku biasanya digunakan untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.

Proses ini kabarnya juga sudah menjadi perbincangan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber CNBC tersebut juga membeberkan bahwa OJK lebih cenderung memilih Bank Mandiri sebagai pembeli saham Bank Permata.


Apalagi ada aturan yang menyebutkan, bank lokal akan lebih mudah mengakuisisi Bank Permata dibandingkan perusahaan asing. Pasalnya jika bank asing membeli bank lokal maksimal bisa 40% melalui fit and proper terlebih dahulu.

Bank asing hanya diperkenankan membeli 25% saham bank lokal tanpa fit and proper. Artinya prosesnya akan lebih cepat jika akuisisi tersebut dilakukan oleh bank lokal.

Saksikan video mengenai akuisisi Bank Permata berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]




(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading