Saham Bank Permata Ikut Dilirik Bank Mandiri, Harga Naik 10%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
01 February 2019 16:36
Saham Bank Permata Ikut Dilirik Bank Mandiri, Harga Naik 10%
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) terus bergerak naik. Kabar saham salah satu pemegang sahamnya akan dilepas ke investor Jepang dan domestik masih jadi pemicu penguatan harga saham bank ini.

Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham Bank Permata melesat 10,40% ke level harga Rp 1.115/saham. Volume perdagangan saham tercatat mencapai 177,41 juta saham senilai Rp 189,91 miliar.

Pekan ini sempat beredar kabar PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ikut dalam perburuan saham Bank Permata. Bank Mandiri disebutkan menyiapkan dana RP 30 triliun untuk mengakuisisi bank kelas menengah, dan Bank Permata disebut-sebut yang masuk kriteria tersebut.

Artinya Bank Mandiri akan ikut berkompetisi dengan investor asal Jepang yang sebelumnya juga disebut akan membeli saham Bank Permata.


Namun Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, saat diminta konfirmasi soal ini, hanya menjawab, "No comment...no comment."

Nama-nama bank Jepang yang jadi pembeli yang disebut-sebut tersebut antara lain, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Japan Post Bank (JPB), Mizuho Financial Group (MFG) dan Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG). Dari empat nama tersebut, tiga nama sudah memiliki afiliasi dengan bank-bank Indonesia.

Pemegang saham Bank Permata yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu, PT Astra International Tbk (ASII) sebanyak 44,56% atau sebanyak 12,50 miliar saham, kemudian Standard Chartered Bank 44,56% atau 12,50 miliar saham dan Masyarakat 10,88% atau 3,05 miliar.

Nah, saham kabarnya saham Standard Chartered Bank yang akan dilepas investor kepada investor-investor tersebut. Kabarnya Bank Mandiri dan Summitomo sudah memasukkan penawaran harga saham pada price to book 1,5x.

Hari ini, salah satu perusahaan efek memberikan analisa bahwa bank lokal akan lebih mudah mengakuisisi Bank Permata dibandingkan perusahaan asing. Pasalnya jika bank asing membeli bank lokal maksimal bisa 40% melalui fit dan proper.

Bank asing hanya diperkenankan membeli 25% saham bank lokal tanpa fit and proper. Artinya prosesnya akan lebih cepat jika akuisisi tersebut dilakukan oleh bank lokal. (hps/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading