Bank Mandiri Akui Sedang Incar Bank untuk Diakuisisi

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
13 March 2019 13:28
Hal tersebut disampaikan Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia.
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membenarkan sedang mengincar beberapa lembaga keuangan sebagai target akuisisi. Salah satu lembaga keuangan tersebut adalah bank.

Hal tersebut disampaikan Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia.

"Perseroan senantiasa membuka membuka peluang ekspansi bisnis untuk merealisasikan aspirasi menjadi one stop financial services yang terkemuka di Asia Tenggara. Salah satu penjajakan ekspansi bisnis tersebut antara lain dengan melakukan akuisisi secara langsung dan tidak langsung terhadap lembaga keuangan (termasuk bank) yang dapat membawa sinergi dengan perseroan," kata Senio Vice President Bank Mandiri, Teddy Y Danas, dalam keterbukaan informasi hari ini, Rabu (13/03/2019).

Teddy menambahkan, karena masih dalam tahap kajian, perseroan belum bisa memberikan keterangan rinci. Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Kemarin, Bank Mandiri dikabarkan sudah menaikkan harga penawaran 1,8x dari price to book value (PBV) karena mendapat prioritas menjadi pembeli saham PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Menurut sumber CNBC Indonesia yang mengikuti proses ini, Bank Mandiri mendapat prioritas karena secara regulasi akan lebih mudah. Selain itu, Bank Mandiri dan Morgan Stanley sudah melakukan due dilligence untuk melakukan pembelian tersebut.

Astra (PT Astra International Tbk/ASII) dan Stanchart (Standard Chartered) lebih memberikan prioritas kepada Bank Mandiri dikarenakan peraturan OJK mengenai pembelian bank oleh investor asing harus melalui beberapa tahapan.

Sebelumnya, dikabarkan Bank Mandiri sudah memasukkan penawaran pada harga 1,5x dari PBV. PBV atau rasio harga terhadap nilai buku biasanya digunakan untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.

Dengan asumsi pembelian pada PBV 1,8 kali atau pada harga Rp 1.440/saham. Artinya jika membeli saham pada harga saat ini, Rp 1.105/saham, maka ada potensi kenaikan 30,43%.
(hps/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading