Lawan Dolar AS, Poundsterling Mulai Keok

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
18 January 2019 15:59
Lawan Dolar AS, Poundsterling Mulai Keok
Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki sesi perdagangan Eropa, poundsterling hari ini, Jumat (18/1/2019), mulai kehilangan tenaga jika disandingkan dengan dolar Amerika Serikat (AS). Melansir kuotasi pasar spot dari MetaTrader 4 yang merupakan penyedia platform transaksi forex terkemuka dunia, mata uang Inggris itu kini diperdagangkan di level 1,29456/dolar AS.

Walau masih lebih kuat dibandingkan posisi penutupan kemarin yang berada di level 1,29129/dolar AS, pelan-pelan greenback mulai membalikkan keadaan.

Lawan Dolar AS, Poundsterling Mulai KeokFoto: GBP/USD 30M (MetaTrader 4)

Sepanjang hari, pound mendapatkan momentum lantaran investor memiliki keyakinan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May bisa menemukan sebuah solusi terkait kisruh Brexit. Saat ini, May sedang gencar melakukan perbincangan dengan para politisi dari partai oposisi untuk mencegah terjadinya No Deal Brexit yang berarti Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun.


Kemenangan dalam pemungutan suara atas mosi tidak percaya di parlemen menjadi modal May dalam menggalang dukungan dari parlemen. Pada akhirnya, bukan tak mungkin jika parlemen justru melunak dengan menerima proposal Brexit yang sebelumnya ditolak mentah-mentah, guna mencegah terjadinya No Deal Brexit.


Memasuki sesi perdagangan Eropa, dolar AS mendapatkan momentum dari aura perdamaian antara AS dengan musuh bebuyutannya, Korea Utara.

CNBC International melaporkan bahwa pejabat pemerintahan Korea Utara Kim Yong Chol pada hari ini telah sampai di Washington untuk menggelar diskusi dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Diskusi ini digelar untuk membahas rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Jika jadi digelar, pertemuan antara Trump dan Kim itu akan menjadi yang kedua setelah yang pertama digelar di Singapura pada tahun 2017.

Menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, Kim Yong Chol bisa mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu langsung dengan Trump, seperti dikutip dari CNBC International.

Selain itu, kinclongnya rilis data ekonomi juga menjadi bensin bagi dolar AS untuk menipiskan kekalahan terhadap pound. Kemarin, klaim tunjangan pengangguran untuk minggu yang berakhir pada 12 Januari 2018 dimumkan sebanyak 213.000 jiwa, di bawah konsensus yang sebesar 219.000, seperti dilansir dari Forex Factory.

Sementara itu, Philadelphia Fed Manufacturing Index periode Januari diumumkan di level 17, jauh mengalahkan konsensus yang sebesar 9,7.


TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading