Lifting Turun Tapi Cadangan Migas RI Bertambah

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
15 January 2019 08:17
Lifting Turun Tapi Cadangan Migas RI Bertambah
Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi dan lifting migas RI tercatat terus menurun setiap tahun. Blok yang semakin tua ditambah minimnya aktivitas eksplorasi dinilai menjadi faktor utama penyebabnya.

Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) capaian rata-rata lifting minyak di 2018 hanya mencapai 778 ribu barel minyak per hari (BOPD) dari target 800 ribu BOPD. Adapun, masih berdasarkan data ESDM, tercatat rata-rata lifting minyak harian per 11 Januari 2019 kemarin hanya sebesar 348,67 ribu barel minyak per hari (MBOPD).



Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher menjelaskan masih kecilnya besaran lifting harian minyak tersebut disebabkan adanya pengurangan stok di akhir tahun lalu, sehingga ketika di awal tahun stok dikumpulkan kembali.


"Ini khusus minyak ya, karena akhir tahun kemarin kami minimalkan stok (minyak), sehingga di awal tahun memang masih mengumpulkan dulu. Ke depannya, sudah pasti kami akan meningkatkan aktivitas lifting-nya," terang Wisnu kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Senin (14/1/2019).

Lebih lanjut, ia menuturkan, pada dasarnya kurang tepat untuk menilai lifting dari data harian yang sifatnya dinamis, sebab, seiring dengan kumulatif produksinya makin besar, lifting pun demikian.

Lifting Turun Tapi Cadangan Migas RI BertambahFoto: Infografis/10 Raksasa Minyak indonesia selama 2018/Arie Pratama

"Karena ini masih awal tahun, nanti bisa dilihat akhir bulan profil sebenarnya. Kami upayakan lifting bisa maksimal dari produksi yang ada, dan menjaga stok tetap minimal," pungkas Wisnu.

Kendati demikian, Kementerian ESDM mencatat adanya kenaikan rasio cadangan migas yang signifikan di 2018.

Rasio cadangan migas adalah perbandingan antara cadangan migas yang ditemukan dan yang diproduksikan atau biasa disebut Reserve Replacement Ratio (RRR) di Indonesia. Sebelumnya, rasio cadangan migas RI hanya 74%. Artinya produksi lebih banyak ketimbang temuan cadangan baru.

Target pemerintah tahun ini adalah 100%, namun berkat persetujuan proposal pengembangan (Plan of Development) di 5 proyek RRR bisa lampaui target jadi 105%.


Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menilai, adanya peningkatan RRR ini ditopang dari persetujuan POD I di lima lapangan, yakni Lapangan North West Kenanga di Blok Batanghari, Lapangan Karamba di Blok Wain, Lapangan Asap, Kido dan Merah di Blok Kasuri, Lapangan Sinarmar di Blok South West Bukit Barisan, dan Lapangan Merakes di Blok East Sepinggan.

Djoko menjelaskan, dari lapangan-lapangan tersebut, ada empat persetujuan POD I yang berasal dari PSC Cost Recovery dan satu persetujuan POD I dari PSC Gross Split.

Ditambah lagi, dengan produksi dari Blok Cepu kini telah menyalip produksi Blok Rokan, yang sebelumnya didaulat menjadi blok tersubur di Indonesia.

Produksi Blok Cepu kini mencapai 220 ribu barel per hari (bph), dan diperkirakan angka produksi ini akan bertahan hingga 2020 nanti. Syahdan, blok yang dioperatori ExxonMobil ini sekarang menjadi andalan utama dalam meningkatkan laju produksi dan lifting (siap jual) minyak bumi nasional, menggeser Blok Rokan yang hanya memproduksi rata-rata 190 ribu bph lantaran masuk dalam kategori mature.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading