Lifting Minyak Cuma 348 Ribu Barel, Ini Penjelasan SKK Migas!

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
14 January 2019 10:28
Lifting Minyak Cuma 348 Ribu Barel, Ini Penjelasan SKK Migas!
Jakarta, CNBC Indonesia- Produksi dan lifting migas RI terus menurun setiap tahun, dan beberapa blok akan berakhir kontraknya dalam beberapa tahun mendatang. 

Blok yang semakin menua ditambah minimnya aktivitas eksplorasi menjadi faktor utama yang menyebabkan turunnya lifting dan produksi migas Indonesia. 




Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) capaian rata-rata lifting minyak di 2018 hanya mencapai 778 ribu barel minyak per hari (BOPD) dari target 800 ribu BOPD.

Adapun, masih berdasarkan data ESDM, tercatat rata-rata lifting minyak harian per 11 Januari 2019 kemarin hanya sebesar 348,67 ribu barel minyak per hari (MBOPD).

Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas  (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher menjelaskan, masih kecilnya besaran lifting harian minyak tersebut disebabkan adanya pengurangan stok di akhir tahun lalu, sehingga ketika di awal tahun stok dikumpulkan kembali.

"Ini khusus minyak ya, karena akhir tahun kemarin kami minimalkan stok (minyak), sehingga di awal tahun memang masih mengumpulkan dulu. Ke depannya, sudah pasti kami akan meningkatkan aktivitas lifting-nya," terang Wisnu kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Senin (14/1/2019).

Lebih lanjut, ia menuturkan, pada dasarnya kurang tepat untuk menilai lifting dari data harian yang sifatnya dinamis, sebab, seiring dengan kumulatif produksinya makin besar, lifting pun demikian.

"Karena ini masih awal tahun, nanti bisa dilihat akhir bulan profil sebenarnya. Kami upayakan lifting bisa maksimal dar produksi yang ada, dan menjaga stok tetap minimal," pungkas Wisnu.

Lifting Minyak Cuma 348 Ribu Barel, Ini Penjelasan SKK Migas!Foto: Infografis/10 Raksasa Minyak indonesia selama 2018/Arie Pratama




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading