MARKET DATA
INTERNASIONAL

Demi Selamatkan Ekonomi, China Pangkas Lagi GWM & Pajak

Wangi Sinintya Mangkuto,  CNBC Indonesia
04 January 2019 14:34
Demi Selamatkan Ekonomi, China Pangkas Lagi GWM & Pajak
Perdana Menteri China Li Keqiang (Foto: How Hwee Young/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNBC Indonesia - China akan memangkas giro wajib minimum (GWM) perbankan, pajak, dan biaya, kata Perdana Menteri Li Keqiang, Jumat (4/1/2019), ketika ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengalami perlambatan.

Langkah-langkah itu juga akan mencakup pemotongan GWM yang ditargetkan demi mendukung perusahaan kecil dan swasta, kata Li seperti dikutip dalam pernyataan di situs web pemerintah China, dilansir dari Reuters.


China telah memotong rasio GWM sebanyak empat kali pada 2018 agar tersedia lebih banyak lagi dana bagi bank untuk dipinjamkan. Analis memperkirakan akan ada tiga hingga empat kali pemotongan lagi tahun ini dimulai pada kuartal pertama.

Negeri Tirai Bambu juga akan meningkatkan "penyesuaian countercyclical" dalam kebijakan makro, dan selanjutnya memangkas pajak dan biaya, kata Li.

Li mengeluarkan pernyataan itu dalam pertemuannya dengan para pejabat regulator perbankan dan asuransi negara, setelah mengunjungi Bank of China, Industrial and Commercial Bank of China, dan juga China Construction Bank.

Demi Selamatkan Ekonomi, China Pangkas Lagi GWM & PajakFoto: Perdana Menteri China Li Keqiang berbicara pada KTT ASEAN-China di Singapura pada 14 November 2018. REUTERS / Edgar Su

Yang dihadiri pula oleh Wakil Perdana Menteri Liu He dan Xiao Jie, sekretaris jenderal kabinet, atau Dewan Negara.

Aktivitas pabrik di negara itu menyusut pada bulan Desember untuk kali pertama dalam lebih dari dua tahun. Data tersebut menyoroti tantangan yang dihadapi Beijing ketika berusaha untuk mengakhiri perang dagang dengan Washington dan mengurangi risiko perlambatan ekonomi yang lebih tajam pada tahun 2019.


Selain banyak langkah-langkah dukungan dari bank sentral, pemerintah juga telah meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur untuk mendorong kembali permintaan dalam negeri dan investasi yang lamban, tetapi langkah ini akan membutuhkan waktu.

Pemerintah mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2018 sekitar 6,5% tahun ini, melambat dari target 6,9% pada 2017.
(prm) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article BI Guyur Likuiditas Rp 295 T, Ini Bank yang Terima Paling Banyak


Most Popular
Features