Pasca-Merger, BTPN Jadi Bank Aset Terbesar Kedelapan di RI

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
05 October 2018 18:13
Pasca-Merger, BTPN Jadi Bank Aset Terbesar Kedelapan di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham Memberikan restu rencana penggabungan usaha (merger) PT PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

Restu ini didapatkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), hari ini (5/10/2018). Merger ini akan menghasilkan entitas bank baru dengan total aset Rp 178,89 triliun.

Pasca merger tersebut maka Bank BTPN akan menjadi bank dengan aset tersebesar kedelapan di Indonesia. BTPN melompati posisi Bank Maybank Indonesia dan OCBC NISP.


Jika menggunakan asumsi aset tumbuh 10% tahun ini maka pada akhir 2018 aset Maybank Indonesia mencapai Rp 137,94 triliun dan aset Bank OCBC NISP menjadi Rp 169,4 triliun.

"Pemegang saham sepakat untuk mempertahankan nama BTPN. Bisnis bank hasil penggabungan ini nantinya akan lebih lengkap dengan produk-produk yang semakin variatif dan mengedepankan inovasi teknologi," ujar Anika Faisal, Direktur Kepatuhan Perseroan, Jumat (5/10/18).

Lebih lanjut, kedua perusahaan ini memiliki pemegang saham pengendali yang sama yakni Sumitomo Mitsui Bangking Corporation (SMCB) dengan porsi kepemilikan saat ini 40% di BTPN dan SMBCI sebesar 98,48%.

Ia menambahkan, dengan adanya merger ini, tidak menutup kemungkinan BTPN bakal menjadi bank BUKU IV disebabkan oleh nilai modal inti perseroan yang mencapai Rp 25 triliun paska merger dilakukan. Sedangkan nilai modal inti untuk Bank BUKU IV yakni minimal Rp 30 triliun.

"Kalau secara angka, kombinasi capital-nya tentunya menjadi jauh lebih besar dengan modal inti yakni Rp 25 triliun. Jadi sangat mungkin untuk masuk ke bank BUKU IV dengan aksi korporasi ini," ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, nantinya performa keuangan entitas baru (BTPN) ini akan memiliki total kredit dan pembiayaan sebesar Rp 130,23 triliun paska aksi ini. BTPN sebagai entitas baru nantinya akan memiliki total liabilitas sebesar Rp 151,96 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 26,92 triliun.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading