Internasional

Perang Dagang, Trump Bailout Petani AS Rp 87,7 Triliun

Market - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
28 August 2018 13:57
Petani AS korban perang dagang

Petani AS korban perang dagang

Pembayaran bantuan pasar akan dikelola oleh Badan Layanan Peternakan USDA dan terbatas untuk para petani dengan rata-rata pendapatan kotor disesuaikan yang kurang dari US$900.000 untuk tahun pajak 2014 sampai 2016. Pembayaran juga akan dipatok per orang atau per usaha berbadan hukum dengan total US$125.000.

Sementara itu, program pemerintah untuk melakukan pembelian US$1,2 miliar terhadap komoditas tertentu yang terkena dampak pembalasan dagang akan dikelola oleh Layanan Pemasaran Pertanian USDA. Para pejabat USDA mengatakan mereka berencana melakukan pembelian selama beberapa bulan guna menanggapi pesanan dari negara-negara bagian untuk berbagai program nutrisi dan makanan mereka.

USDA berencana melakukan pembelian komoditas dengan empat fase yang berbeda dalam beberapa bulan ke depan. Di antara berbagai hal lain, fase itu memperbolehkan perubahan kondisi pertumbuhan, ketersediaan produk dan kondisi pasar. Pemerintah mengatakan program pembelian akan mencakup berbagai komoditas pertanian, mulai dari daging babi dan produk susu sampai buah segar dan kacang-kacangan.


Pemerintah berencana untuk membeli produk susu hingga mendekati US$85 juta dalam program pembelian makanan dan produk daging babi hingga nyaris US$560 juta. Mereka juga berencana membeli apel hingga mendekati US$93 juta, jeruk sekitar US$55,6 juta, serta berbagai kacang-kacangan senilai lebih dari US$100 juta. 

Bagian promosi perdagangan dari Layanan Pertanian Luar Negeri akan bertugas mengelola dana hingga US$200 juta yang tersedia untuk mengembangkan pasar asing produk pertanian AS. Perdue mengatakan uang promosi perdagangan "akan membantu pengekspor pertanian AS mengidentifikasi dan mengakses pasar baru guna membantu kurangi dampak merugikan dari pembatasan negara-negara lain".

Petani menjadi korban dalam perang dagang Trump dengan China. AS telah menerapkan sejumlah tarif impor terhadap China, yang sudah direspons dengan serangkaian bea masuk tidak hanya untuk produk pertanian tapi juga produk otomotif dan konsumen AS. Trump juga mengancam tindakan perdagangan tambahan terhadap China, yang bisa memicu pembalasan lebih berat dari Beijing.

Bea masuk baja dan aluminium impor yang pemerintah terapkan telah menyebabkan produk pertanian dan makanan AS terkena tarif impor baru dari sejumlah sekutu dagang, termasuk Meksiko, Kanada dan Uni Eropa.

Tarif impor muncul ketika pendapatan pertanian AS anjlok sekitar 50% sejak tahun 2013 dan proyeksinya menurun 6,7% tahun ini ke level terendah dalam hal nominal sejak tahun 2006, menurut estimasi USDA.

"Beban tarif impor tambahan pada barang-barang yang kami jual ke China, Kanada, Meksiko dan Uni Eropa sudah lebih daripada apa yang bisa ditanggung banyak petani," kata Presiden Federasi Biro Pertanian Amerika (American Farm Buerau Federation) Zippy Duvall dalam pernyataannya.

"Pengumuman bantuan hari ini memberi kami ruang untuk bernapas, tetapi itu membuat kebanyakan dari kami berjalan beberapa bulan lagi saja. Solusi nyata untuk perang dagang ini adalah sikap tegas di meja negosiasi dan segera mencari resolusi dengan dengan mitra-mitra dagang kami."

Nyaris US$20 miliar ekspor pertanian AS dikirim ke China tahun lalu, dengan kedelai menyumbang lebih dari US$12 miliar. AS mengekspor kapas senilai US$1 miliar ke China, sementara produk daging babi dan susu masing-masing menyumbang US$600 juta atau lebih dalam perdagangan.


(roy)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading