Direksi Diberhentikan, Pekerja AISA Minta Komisaris Dicopot

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 August 2018 10:52
Direksi Diberhentikan, Pekerja AISA Minta Komisaris Dicopot
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah dewan komisaris perusahaan menyatakan memberhentikan direksinya, karyawan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) justru malah meminta untuk memberhentikan komisarisnya ini, lantaran dianggap tak memikirkan nasib karyawannya.

Ketua Paguyuban Ketua Karyawan Tiga Pilar Bersatu Syahroni mengatakan untuk dilakukannya pergantian komisaris yang ada saat ini karena wakil dan anggota komisaris tak memperhatikan kesejahteraan pekerjanya.

"Serikat Pekerja juga menghimbau Komisaris Utama dan pemegang sahamĀ  agar secepatnya mengadakan RUPS Luar Biasa dengan agenda penggantian Wakil Komisaris dan anggota komisaris yang ada saat ini, karena dinilai anggota komisaris saat ini masih kurang memikirkan nasib 5.000 karyawan TPS Food," kata Syahroni dalam siaran persnya, Rabu (15/8).


Menurut dia, berdasarakan Pasal 4A Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2016 tentang Tata cara penggunaan tenaga kerja asing yang berbunyi: Pemberi kerja tenaga kerja asing yang berbentuk penanaman modal dalam negeri dilarang mempekerjakan tenaga kerja asing dengan jabatan Komisaris, sedangkan salah satu anggota komisaris PT TPS Food Tbk Jaka Prasetya merupakan warga Singapura. Hal ini membuat seluruh kesepakatan komisaris bernilai cacat hukum dan tidak berlaku.

Beberapa waktu lalu, serikat karyawan ini juga mengajukan mosi tidak percaya kepada wakil komisaris dan semua anggota komisaris perusahaan yang disampaikan kepada komisaris utama perusahaan Anton Apriyantono.

Dalam surat yang dilayangkan kepada komisaris utama perusahaan Anton Apreiyantono ini, karyawan menyatakan bahwa penetapan Jaka Prasetya sebagai komisaris perusahaan adalah cacat demi hukum. Alasannya, berdasarkan pada Pasal 4A Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 35 Tahun 2015 tentang tata cara penggunaan tenaga kerja asing.

"Menghimbau komisaris utama dan pemegang saham untuk secepatnya mengadakan RUPS Luar Biasa dengan agenda penggantian wakil komisaris dan anggota komisaris yang ada," tulis Syahroni, Ketua Paguyuban Karyawan Tiga Pilar Bersatu dalam suratnya, Jumat (10/8).

Selain itu, Syahroni mengatakan dia bersama dengan karyawan lainnya selalu mendukung dan bekerja bersama direksi perusahaan yang sah dalam upaya mengatasi semua persoalan yang sedang terjadi.

Dia juga menentang upaya-upaya yang menimbulkan kekacauan dalam perusahaan serta tindakan yang intimidatif lainnya yang tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Untuk itu serikat karyawan ini menghimbau kepada pemegang saham agar mengutamakan kepentingan perusahaan dan 5.000 karyawannya. Mereka juga menghimbau untuk menyelesaikan semua permasalahan dengan musyawarah berdasarkan prosedur yang berlaku.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading