Rupiah Terus Melemah, RI Akan Genjot Sektor Pariwisata

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
23 July 2018 09:18
Defisitnya neraca perdagangan US$ 1,02 miliar pada periode Januari-Juni 2018 dinilai menjadi salah satu penyebab tertekannya mata uang rupiah terhadap dolar AS.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan meningkatkan surplus neraca perdagangan nasional dengan meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Minggu (22/7/2018).

Defisitnya neraca perdagangan nasional sebesar US$ 1,02 miliar pada periode Januari-Juni 2018 dinilai menjadi salah satu penyebab tertekannya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini.

Pendapatan negara dari sektor pariwisata bisa lebih ditumbuhkan dengan mempersiapkan sarana-sarana pariwisata yang maksimal seiring dengan meningkatnya turis-turis yang mengunjungi Indonesia.


"Itu sudah disiapkan dengan Menteri Pariwisata mulau membangun air bersih, home stay pasar hasil-hasil kerajinan. Kalau infrastruktur itu sederhanalah, ini yang kecil-kecil sampai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk berbagai kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM)," ujar Darmin di Gedung Kemenko Perekonomian.

Nantinya, pihaknya bersama dengan Kementerian Pariwisata bersama dengan pihak perbankan akan melakukan kajian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada perizinan bidang Pariwisata untuk menumbuhkan potensi pendapatan negara dari sektor tersebut.

Menurunnya KBLI di sektor Pariwisata saat ini menjadi salah satu penghambat pertumbuhan jasa pariwisata dengan kesulitan para pelaku UKM dalam proses perizinan produk-produk yang nantinya akan diproduksi.

"Nah yang kita lakukan adalah melakukan merumuskan list KBLI-nya itu bersama Menteri Pariwisata. Ini lho nomor KBLI membuat kerajinan ya Rp 25 juta maksimumnya. Kalau homestay ya Rp 500 juta, jadi ada kegiatan yang jelas, ada maksimumnya berapa dan itu mestinya berjalan," tambah Darmin.

Usaha Pemerintah Tekan Pelemahan Rupiah

Lebih lanjut, Darmin menambahkan bahwa pelemahan rupiah saat ini merupakan masih dalam tahap yang wajar namun pemerintah tidak akan diam membiarkan pelemahan rupiah berlanjut lebih dalam.

Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan cara yang dilakukan pemerintah menekan depresiasi rupiah.

Menurutnya, setidaknya terdapat dua faktor pendorong pelemahan rupiah saat ini diantaranya latar belakang perang dagang anatra China-AS serta normalisasi kebijakan moneter yang dilakukan negara-negara maju.

"Nah kita, memang masyarakat kita banyak sekali yang sebetulnya tidak melek urusan begini-begini ini. Tidak berarti ga apa-apa, kita akan usahakan pelemahannya jangan terlalu ya," ungkap Darmin.

Artikel Selanjutnya

Hati-hati, Menko Darmin Sebut Kondisi Global Belum Aman


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading