Fokus Investor

Saratoga Serap Saham MDKA, UNVR Jual Aset

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
25 June 2018 08:12
Saratoga Serap Saham MDKA, UNVR Jual Aset
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah libur panjang Lebaran tahun ini, berbagai emiten mulai bergerak melakukan berbagai aksi korporasi mulai dari rencana reverse stock, penjualan aset, hingga penerbitan surat utang.

Berikut, rangkuman berbagai aksi emiten yang dilakukan di minggu pertama usai lebaran (20-22 Mei) yang dirangkum CNBC Indonesia hari Senin (25/6/2018).


1. Bank Panin Terbitkan Surat Utang Rp 1,4 T

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) menerbitkan obligasi dan obligasi subordinasi dengan total penerbitan Rp 1,402 triliun untuk menambah eksposur kredit. Kedua instrumen surat utang tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Juli mendatang.


Obligasi yang akan diterbitkan perusahaan merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan III Bank Panin Tahun 2018 dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 10 triliun. Untuk tahap pertama, perusahaan akan menerbitkan terlebih dahulu sebanyak Rp 100 miliar.


Sementara untuk obligasi subordinasi merupakan bagian dari penawaran umum obligasi subordinasi berkelanjutan III Bank Panin tahun 2018 dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 6 triliun. Pada tahap I ini akan diterbitkan sebanyak Rp 1,302 triliun.


2. Akuisisi Bank Kecil, BCA Bisa Gunakan Dana Rp 4,5 Triliun

PT. Bank Central Asia (BCA) Tbk (BBCA) terus memproses akuisisi bank kecil. Perseroan pun bakal menggunakan hampir seluruh dana alokasi anak usaha untuk akuisisi tersebut.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, dana alokasi untuk akuisisi dan suntikan anak usaha mencapai Rp 4,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan secara fleksibel, bisa untuk aktivitas anak usaha ataupun akuisisi.


3. Indo Straits Raih Kontrak Baru Senilai Rp 121 M


PT Indo Straits Tbk (PTIS) medapat kontrak baru senilai Rp 121 miliar berupa penyediaan crane barge untuk dredging, lifting, dan additional work (Paket B) yang berlokasi di Kalimantan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), periode kontrak baru tersebut memiliki periode selama tiga tahun dimulai sejak 1 Juli 2018 hingga 31 Juni 2021 mendatang.


Dalam keterbukaan yang disampaikan, perseroan tidak menyebutkan klien pemberi kerja dalam kontrak baru tersebut, namun PTIS menyatakan kliennya tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.


4. IBFN Akan Reverse Stock dan Konversi Utang Jadi Saham

PT Intan Baruprana Finance (IBFN) akan menjalankan aksi korporasi konversi utang menjadi saham. Aksi korporasi ini untuk memenuhi keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berakhir dengan kesepakatan damai.

Untuk konversi utang ini IBFN akan melakukan private placement. PT Intraco Penta Tbk dan PT Inta Trading akan mengkonversi utang menjadi saham baru. Sebelumnya, kedua perusahaan ini telah membeli utang milik Bank MNC International Tbk dan Maybank yang menolak kesepakatan damai pengadilan.


Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), sebelum aksi korporasi tersebut, IBFN terlebih dahulu akan melakukan penggabungan saham (reverse stock) dengan rasio 5:1. Setiap lima saham perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham akan mengalami perubahan menjadi satu saham dengan nilai nominal Rp 500/saham.


5. Unilever Jual Hak Distribusi Blue Band Dkk Rp 2,92 T

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyetujui penjualan aset bisnis spreads senilai Rp 2,92 triliun kepada KRR, perusahaan investasi global

Dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, aset bisnis spreads tersebut mencakup aset tak berwujud, yaitu hak untuk mendistribusikan produk dengan merek dagang global Frytol, Blue Band Master dan Blue Band, serta merek dagang lokal Minyak Samin dan Blue Band Gold.


Selain itu, perseroan juga akan menjual aset berwujud, seperti aset produksi, perlengkapan, persediaan dan barang dagang, serta menyewakan sebagian tanah dan bangunan pabrik Cikarang yang digunakan untuk memproduksi produk kategori Spreads.


6. Buana Linta Lautan Rights Issue, Targetkan Dana Rp 351,85 M

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan mengeksekusi rencana penerbitan saham baru (rights issue)-nya diharga Rp 140 per unit saham. Jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 2,51 miliar saham baru atau sekitar 51,51% dari total saham yang tercatat saat ini, dan waran sebanyak 837,75 juta, dengan demikian perusahaan akan memperoleh dana sebanyak-banyaknya Rp 351,85 miliar.


Perusahaan membidik untuk bisa memperoleh kontrak dari perusahaan migas milik asing. Di tahun ini tengah menargetkan bisa memperoleh kontrak dari Shell, Trafigura, dan Vitol karena sudah tak bisa memperoleh kontrak dari Pertamina.


7. Saratoga Dkk Serap Saham Right Issue Merdeka Copper

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan melakukan penerbitan saham baru (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 594,93 juta saham dengan harga Rp 2.250 per saham dengan jumlah dana yang akan diterima sebanyak-banyaknya Rp 1,33 triliun.


PT Mitra Daya Mustika (MDM), PT Trimitra Karya Jasa (TKJ), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Srivijaya Kapital (SK) selaku pemegang saham perseroan menyatakan akan melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan perseroan. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading