Adaro Tunjuk Ario Rachmat Pimpin Tambang Batu Bara Rio Tinto

Market - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
31 May 2018 07:33
Jalan PT Adaro Energy Tbk. mengakuisisi tambang batu bara milik Rio Tinto di Australia semakin mulus. Perusahaan siapkan susunan manajemen untuk duduk  di sana.
Jakarta, CNBC Indonesia- Jalan PT Adaro Energy Tbk. mengakuisisi tambang batu bara milik Rio Tinto di Australia semakin mulus. Perusahaan bahkan sudah menyiapkan susunan manajemen untuk duduk dan mengelola bisnis di sana.

"Manajeman transisi sudah kami siapkan. Pak Ario Rachmat bakal jadi chairman di sana," ujar Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir dalam obrolan terbatas di acara buka puasa bersama, Rabu (30/5/2018).




Boy, sapaan akrab Garibaldi, menjelaskan izin akusisi dari pemerintah Australia sudah turun sejak pekan lalu. Selanjutnya adalah menunggu financial closing yang ditargetkan bisa rampung dalam satu hingga dua bulan mendatang.

Sambil menunggu, perseroan menyiapkan manajemen dengan membagi porsi perwakilan EMR Capital dan Adaro secara berimbang. Susunannya adalah Adaro memegang jabatan untuk chairman dan chief marketing officer, sementara EMR mendapatkan kursi chief financial officer.

"Financial closing selesai, langsung kami geber untuk transisi," kata Boy.



Saat ini produksi batu bara kokas di tambang Kestrel sekitar 4,25 - 5 juta ton per tahun. Boy menargetkan, paska akuisisi produksi bisa digenjot hingga mencapai 8 juta ton per tahun.

Target pasar dari tambang ini menurutnya masih tradisional, yakni mengincar pasar di China, Jepang, Korea, dan India. Ada pertimbangan sendiri mengapa Adaro mengincar posisi CMO di tambang Rio Tinto ini. "Ini kami ambil karena nanti begitu kami tahu dan kuasai jalurnya bisa dimanfaatkan juga untuk pemasaran batu bara kokas IMC," jelasnya.

IMC yang dimaksud Boy adalah aset perusahaan yang berasal dari aksi akuisisi 75% saham Indomet Coal Project (IMC) 2016 lalu di BHP Billiton dengan nilai US$ 120 juta, yang setelah akuisisi berganti nama jadi Adaro MetCoal Companies. Adapun produksi dari tambang yang berada di Kalimantan Tengah dan Timur ditargetkan bisa mencapai 1 juta ton per tahun.

Adaro kemudian makin gencar mengakuisisi lahan tambang batu bara kokas. Maret lalu, perusahaan mengumumkan proses akuisisi tambang batu bara kokas Kestrel milik Rio Tinto senilai US$ 2,25 miliar atau setara dengan Rp 30,8 triliun.


Untuk mengakuisisi saham ini Adaro menggandeng EMR Capital, perusahaan pengelola privat equity di bidang pertambangan. "Telah menandatangani perjanjian mengikat untuk mengakuisisi 80% saham Rio Tinto di tambang batu bara kokas Kestrel," ujar Sekretaris Perusahaan Mahardika Putranto.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading