'Kilau' Harga Emas Terus Meredup Sejak Awal 2018

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
08 March 2018 11:33
'Kilau' Harga Emas Terus Meredup Sejak Awal 2018
Jakarta CNBC Indonesia - Harga emas dunia terus menunjukkan penurunan sejak Januari 2018. Harga emas mencapai puncaknya pada 26 Januari 2018 di mana mencapai US$ 43,50 per gram atau Rp 587.250 per gram [Kurs US$ 1 = Rp 13.500].

Namun setelah menyentuh level tersebut, harga emas di pasar spot dalam data harga emas dunia terus menukik hingga menyentuh level terendahnya di US$ 42,05 per gram atau Rp 567.675 per gram.

Hari ini, Kamis (8/3/2018), harga emas sedikit meningkat ke level US$ 42,74 per gram atau Rp 576.990 per gram.


'Kilau' Harga Emas Terus Meredup Sejak Awal Tahun 2018Foto: Doc WGC
Melansir Reuters, harga emas yang sedikit menguat pada hari ini karena investor menunggu lebih banyak rincian mengenai penawaran baja dan alumunium yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kemudian kebijakan Bank Sentral Eropa dan data pekerjaan di AS.

"Kami melihat emas sebagai lindung nilai yang baik terhadap kenaikan volatilitas pasar ekuitas dan meningkatnya risiko politik seputar tarif perdagangan, kesepakatan NAFTA dan Korea Utara," demikian analisis ANZ dalam sebuah catatannya.

Sementara analis lainnya, Kepala Saham Wing Fung Precious Metals di Hong Kong menyebut dalam jangka menengah harga emas masih akan tertekan. Hal ini diakibatkan oleh kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

"Dalam jangka menengah, emas akan mendapat tekanan dari kenaikan suku bunga dan akan pulih seperti yang telah terjadi di masa lalu," kata Fung.

Bank Sentral Eropa hampir pasti menetapkan kebijakan 'unchanged' atau tidak berubah pada hari Kamis ini. Namun European Central Bank (ECB) menawarkan setidaknya beberapa petunjuk untuk mengakhiri pembelian obligasi yang belum pernah terjadi sebelumnya akhir tahun ini.





(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading