Virus Nipah Bikin 100 Orang Dikarantina, Waspadai 9 Gejala Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Merebaknya virus Nipah (NiV) di negara bagian Benggala Barat, India Timur, membuat sejumlah negara lain ikut waspada. Sebagai salah satu penyakit zoonosis paling mematikan, merebaknya virus Nipah memicu kekhawatiran akan terjadinya wabah yang lebih luas.
Virus Nipah memiliki tingkat kematian hingga 75%, tetapi karena tidak ada pengobatan yang memadai, otoritas setempat menetapkannya sebagai penyakit menular yang wajib dilaporkan secara hukum Kelas 1 pada bulan September tahun lalu.
Menurut media asing termasuk India Express pada Jumat (23/1), otoritas kesehatan negara bagian Benggala Barat mengkarantina sekitar 100 orang untuk mencegah penyebaran setelah lima kasus virus Nipah yang terkonfirmasi dilaporkan. Di antara kasus yang terkonfirmasi terdapat dua perawat dan satu dokter, dan dilaporkan bahwa dua perawat yang bekerja di Kolkata berada dalam kondisi kritis.
Otoritas kesehatan menekankan perlunya memperkuat pelacakan kontak dan langkah-langkah karantina sambil mempertimbangkan kemungkinan infeksi yang didapat di rumah sakit.
"Beberapa pasien dalam kondisi kritis, dan pasien lainnya menerima perawatan di bawah pengawasan ketat," kata seorang sumber senior dari Kementerian Kesehatan India kepada kantor berita milik negara PTI.
Infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis dengan kelelawar sebagai inangnya. Infeksi virus ini diketahui memiliki tingkat kematian hingga 75% dan dapat menyebar antar manusia.
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan RI, setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa.
Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk:
-
Demam
-
Sakit kepala
-
Batuk
-
Sakit tenggorokan
-
Nyeri otot
-
Sesak napas
-
Muntah
-
Kesulitan menelan
-
Peradangan otak (ensefalitis)
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan. Pada kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan kematian.
(hsy/hsy)