Virus Nipah Merebak, Negara-Negara Asia Perketat Perbatasan

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
03 February 2026 12:05
A bat hangs from a branch outside Brazil's state-run Fiocruz Institute at Pedra Branca state park, near Rio de Janeiro, Tuesday, Nov. 17, 2020. Bats are thought to be the original or intermediary hosts for multiple viruses that have spawned recent epidemics, including COVID-19, SARS, MERS, Ebola, Nipah virus, Hendra virus and Marburg virus. (AP Photo/Silvia Izquierdo)
Foto: AP/Silvia Izquierdo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Asia kini berada dalam status waspada penuh menyusul laporan terbaru mengenai penyebaran virus Nipah (NiV) di India. Tingginya tingkat fatalitas virus ini, yang mencapai 40% hingga 75%, memicu alarm darurat di berbagai negara tetangga untuk memperketat protokol kesehatan di perbatasan guna mencegah pandemi baru.

Melansir Science Alert, beberapa negara, termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura memperketat perbatasan mereka setelah setidaknya dua orang meninggal akibat virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India, bulan ini.

Mengenal virus Nipah

Virus Nipah termasuk dalam kategori virus yang disebut henipavirus. Virus ini bersifat zoonosis, artinya dapat menyebar dari hewan ke manusia.

Wabah ini terjadi di Asia dari waktu ke waktu. Adapun wabah pertama dilaporkan pada tahun 1998 di Malaysia.

Ada tiga cara utama penularannya:

Pertama, melalui kontak dengan kelelawar, khususnya melalui kontak dengan air liur, urin, atau feses kelelawar yang terinfeksi. Infeksi juga dapat terjadi melalui kontak dengan hewan lain yang terinfeksi, seperti babi dalam wabah awal di Malaysia.

Kedua, penularannya dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi, terutama produk kurma. Ini berarti mengonsumsi jus atau getah kurma yang terkontaminasi cairan tubuh kelelawar yang terinfeksi.

Ketiga, penularannya terjadi dari manusia ke manusia. Penularan Nipah antar manusia telah dilaporkan melalui kontak dekat, seperti merawat orang sakit.

Gejala virus Nipah

Infeksi virus Nipah terjadi dengan cepat. Waktu dari infeksi hingga munculnya gejala umumnya berkisar antara empat hari hingga tiga minggu.

Gejalanya dapat bervariasi tingkat keparahannya. Virus ini dapat menyebabkan pneumonia, sama seperti COVID-19. Namun penyakit yang paling kita khawatirkan adalah gejala neurologis; Nipah dapat menyebabkan ensefalitis, yaitu peradangan otak. Dampak pada otak inilah yang menyebabkan angka kematiannya sangat tinggi.

Gejala yang mungkin muncul meliputi:

- demam

- kejang

- kesulitan bernapas

- pingsan

- sakit kepala parah

- tidak dapat menggerakkan anggota tubuh

- gerakan tersentak-sentak

- perubahan kepribadian, seperti tiba-tiba berperilaku aneh atau psikosis

Beberapa pasien yang selamat dari fase akut infeksi Nipah dapat mengalami ensefalitis kambuh bertahun-tahun kemudian, bahkan lebih dari satu dekade kemudian.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Cara Skrining Riwayat Kesehatan di BPJS Per September 2025


Most Popular
Features