Internasional

Bahan Makanan Ini Paling Buruk untuk Sistem Kekebalan Tubuh

Lifestyle - The Arbar, CNBC Indonesia
18 January 2022 18:40
Diabetes (Ist Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gula rupanya menjadi salah satu bahan makanan terburuk untuk sistem kekebalan tubuh manusia, terutama selama masa pandemi Covid-19. Bahkan diketahui sebagian besar pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator memiliki serangkaian penyakit bawaan, seperti penyakit gula atau diabetes, yang membuatnya lebih sulit untuk melawan virus pernapasan.

Dr. Heather Moday, dokter ahli alergi dan imunologi asal Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa penelitian menunjukkan virus SARS-CoV-2 dapat memperburuk kontrol gula darah dalam jangka pendek.

Hal ini berpotensi membuat penderita diabetes mencapai level gula darah yang sangat berbahaya. Ini terjadi saat gula mengikat diri ke reseptor yang ditemukan pada sel beta pankreas, yang memproduksi insulin.


"Sebagai ahli alergi dan imunologi, saya sering memberi tahu pasien saya bahwa menderita diabetes berarti Anda berada dalam kondisi peradangan kronis tingkat rendah, yang membebani sistem kekebalan tubuh bawaan dan membuatnya lebih lambat untuk menyerang patogen ketika mereka memasuki tubuh," kata Moday, dikutip dari CNBC International.

"Ketika bicara tentang sistem kekebalan tubuh kita, apa yang kita makan sangat penting. Dan tidak ada bahan yang lebih merugikan kesehatan dan sistem imun tubuh Anda selain gula, terutama di masa Covid," jelasnya.

Moday menjelaskan, masyarakat harus mengurangi mengkonsumsi gula dalam jumlah besar, apalagi jika pasien sudah didiagnosis menderita pradiabetes atau diabetes.

"Mengkonsumsi gula berlebihan artinya memulai lingkaran setan resistensi insulin dan obesitas yang mendorong sitokin inflamasi, merusak pembuluh darah, dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk memperbaiki area tersebut," paparnya.

Kondisi ini dapat menjadi gangguan besar bagi sistem kekebalan tubuh karena membuka jalan bagi bakteri dan virus berbahaya untuk menyelinap melalui pertahanan tubuh manusia. 

Bahan gula sendiri ada pada banyak produk makanan, tidak hanya makanan manis seperti donat, permen, kue, atau kue kering. Makanan karbohidrat sederhana seperti roti, pasta, nasi, sereal, atau bahkan buah-buahan dan jus tertentu juga secara diam-diam dapat menaikkan gula darah.

"Orang sering lupa, atau tidak menyadari, bahwa gula ada dalam saus tomat, saus salad, dan latte, serta dalam jus, yogurt, sereal, dan batangan protein," imbuhnya.

Lalu bagaimana cara melindungi kesehatan gula darah? Berikut empat langkah menurut Moday.

1. Kurangi konsumsi gula

Mengurangi makanan seperti permen, soda, kue, dan latte rasa musiman. Makanan dan minuman ini tidak memberikan nilai gizi apa pun, dan malah mengandung banyak gula. Sebagai gantinya, orang bisa mengkonsumsi coklat hitam, beri, atau camilan rendah gula lainnya.

"Saya tidak mengatakan Anda harus membuang semua makanan manis selamanya. Makanan penutup sesekali baik-baik saja! Tetapi pada awalnya, penting untuk mencapai tempat di mana gula darah Anda stabil dan sehat," katanya.

2. Baca label makanan

Mulailah membiasakan untuk memeriksa jumlah gula tambahan di setiap item makanan di dapur, bahkan bahan makanan yang diiklankan sebagai "rendah gula" atau "sehat", sehingga orang-orang bisa mawas diri dengan apa yang dikonsumsinya.

3. Makan lebih banyak serat

Jika gula adalah racun, maka serat adalah penawarnya. Serat tidak hanya membuat pencernaan teratur, tetapi juga membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah tubuh, yang melindungi diri dari lonjakan gula. Beberapa makanan berserat tinggi seperti kacang hitam dan lentil, gandum potong baja, alpukat, soba, pir, raspberry, barley, dan biji rami.

"Kurangnya serat adalah alasan lain mengapa soda, jus buah, dan minuman kopi bergula sangat merugikan kesehatan Anda. Mereka mengandung satu ton gula dan tidak ada serat pelindung gula darah yang dimiliki makanan nabati segar," katanya.

4. Pilih nutrisi daripada kalori

Alih-alih mengkhawatirkan pengurangan kalori, fokuslah untuk menambahkan lebih banyak makanan padat nutrisi ke dalam diet, dengan banyak protein dan lemak sehat.

"Anda tidak perlu melakukan diet rendah karbohidrat, cukup pilih karbohidrat yang "tepat". Faktanya, makan karbohidrat dalam bentuk sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan utuh, dan kacang-kacangan dan biji-bijian, semua makanan kaya mineral dan vitamin, adalah cara yang bagus untuk mencegah rasa lapar itu," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anda Penderita Diabetes? Ini Makanan yang Harus Dihindari


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading