63 KM Jalur Sepeda Anies, Goweser: Cuma Aspal yang Dicat!

Lifestyle - dob, CNBC Indonesia
06 February 2021 07:22
Pesepada di Car Free Day (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Sejumlah komunitas sepeda angkat bicara mengenai terpilihnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam 21 Heroes 2021 atau 21 Pahlawan di 2021 menurut sebuah lembaga asal Jerman, Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI).

Permasalahan utama bahwa mereka tidak sepakat mengenai klaim 63 kilometer jalur sepeda di Ibu Kota yang dibangun Anies.

Ketua Tim Advokasi komunitas pekerja bersepeda Bike to Work Indonesia, Fahmi Saimima mengatakan tak ada jalur sepeda sesuai prosedur di DKI Jakarta. Sebab, sebagian besar jalur sepeda yang diklaim ada di sejumlah ruas jalan, kata Fahmi hanya jalan biasa yang dicat untuk lajur sepeda.


"Yang baru terealisasi 63 km, tapi bukan disebut jalur sepeda, karena ini masih berbagi dengan jalur kendaraan lainnya, dalam artian cuma jalan raya dicat jalur sepeda," kata dia seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (6/2/2021).

Fahmi menerangkan, jalur sepeda yang memenuhi syarat infrastruktur mestinya terpisah dengan jalur kendaraan lain. Pemisahan itu untuk memastikan keamanan pesepeda.

Pemisahan bisa dilakukan dengan kereb atau separator setinggi kurang lebih 35 sentimeter. Sementara, di sejumlah ruas jalan Ibu Kota, jalur yang diklaim khusus sepeda hanya menggunakan cat, dan dalam beberapa titik menggunakan traffic cone atau kerucut.

Fahmi turut menagih sejumlah janji Anies yang menyebut akan membangun atau menyediakan sejumlah fasilitas penunjang pesepeda di Ibu Kota, seperti pop-up bike dan bike lounge atau pit stop untuk sepeda.

Untuk pop-up bike atau pembatas jalur dengan traffic cone misalnya, keberadaannya saat ini kata Fahmi justru hilang. Lewat SK Gubernur, Anies kata Fahmi juga berjanji akan menyediakan parkir sepeda di semua gedung dan fasilitas umum di Ibu Kota.

"Jadi, prestasi tersebut akan kami anggap angin lalu jika janji untuk membuat jalur sepeda terproteksi dan bike lounge tidak dilaksanakan," ucapnya.

Kritik serupa juga diungkapkan Koordinator Komunitas pesepeda Jakarta Cycling Community (JKTCC) Ario Pratomo. Ia juga tak segan menyebut tak ada jalur sepeda di Ibu Kota.

Sejumlah jalur sepeda di Jakarta, kata Ario, hanya ramah digunakan saat hari libur atau akhir pekan. Itu pun hanya menggunakan pembatas jalan atau traffic cone. Sementara kondisi jalur itu masih belum ramah untuk alat transportasi sehari-hari.

"Bisa dibilang nggak ada jalur sepeda. Jadi kalau mau naik sepeda dari rumah ke tempat kerja atau tempat lain kita harus share dengan kendaraan lain," kata dia.

Ario menantang Anies menata ulang ruas jalan di DKI untuk membenarkan klaim jalur sepedanya. Sebab, kata Ario, sebagian besar ruas jalan di DKI sejak awal memang bukan didesain untuk ramah pesepada.

"Harus ada penataan ulang. Karena hampir semua jalan di Jakarta memang dari awal tidak dirancang untuk sepeda. Karena jalur sepeda itu membutuhkan: satu, penelitian tersendiri. Dia butuh tempat parkir, safety juga, keamanan juga dan lain-lain," katanya.

Selengkapnya baca di halaman selanjutnya >>>>>


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading