Bukan City (Apalagi MU), Dia Bisa Bikin Liverpool Gagal Juara

Lifestyle - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 September 2020 11:05
Soccer Football - Premier League - Liverpool v Wolverhampton Wanderers - Anfield, Liverpool, Britain - May 12, 2019  Liverpool's Mohamed Salah gestures to the fans as he holds a trophy for winning the Premier League Golden Boot award after the match  REUTERS/Phil Noble  EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or

Jakarta, CNBC Indonesia - Liga Primer Inggris musim 2019/2020 baru kelar sekira 1,5 bulan lalu. Malam tadi waktu Indonesia, kompetisi sepakbola paling ngetop di planet bumi ini sudah melangsungkan musim 2020/2021.

Seperti dua musim terakhir, ada dua klub yang diperkirakan menjadi yang terbaik di Negeri John Bull; Manchester City dan Liverpool. Dua klub ini begitu dominan di Liga Primer, di mana Liverpool menjadi kampiun musim 2019/2020 sementara City semusim sebelumnya dengan selisih hanya satu poin dengan Si Merah.

Skybet mengunggulkan City sebagai calon juara dengan angka 5/6 dan Liverpool menjadi kandidat kedua dengan angka 7/4. Bet365 juga menjagokan anak asuh Manajer Josep 'Pep' Guardiola dengan angka 8/11 dan Liverpool menjadi unggulan kedua dengan angka 9/4.


Seperti kata pepatah, mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Sepertinya jalan Liverpool untuk mempertahankan status Champions of England tidak akan mudah.

Malam tadi waktu Indonesia, Jordan Henderson dan kolega menjalani laga perdana musim 2020/2021 dengan menjamu Leeds United di Stadion Anfield. Dalam pertandingan yang sangat intens dan ketat, Liverpool akhirnya menang dengan skor tipis 4-3. Mohamed Salah, penyerang Liverpool asal Mesir, mencetak tiga gol alias hattrick.

Dalam laga ini, harus diakui bahwa Liverpool tidak bermain dengan standar juara. Anak asuh manajer Juergen Klopp hanya mendapatkan penguasaan bola 48%. Operan yang dilakukan pemain-pemain Liverpool pun lebih sedikit ketimbang Leeds, 432 berbanding 459.

"Liverpool punya dua hal yang harus diperhatikan: rapuhnya jantung pertahanan (tidak pernah tidak kebobolan dalam 17 pertandingan terakhir) dan lemahnya penyelesaian Roberto Firmino. Namun Klopp tentunya tidak akan berlama-lama larut dalam masalah ini. Bagaimana pun Liverpool adalah pemenang, meski mendapatkannya dengan sedikit lecet-lecet," tulis Barney Rounay, kolumnis The Guardian.

Musim Lalu, Liverpool Nyaris Gagal Juara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading