Vaksin Imunisasi Terhambat Corona, Anak-Anak Dalam Bahaya

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
29 April 2020 13:45
HOLD FOR INDONESIA-HEALTH/A child who received fake medication from a drug-making ring is revaccinated by government health care workers at a clinic in East Jakarta, Indonesia July 18, 2016.REUTERS/Darren Whiteside
Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pandemi virus corona belum usai. Hal ini juga membuat WHO prihatin terhadap nasib anak-anak karena tengah berisiko terlambat bahkan terancam tidak dapat imunisasi untuk pencegahan penyakit lainnya. 

Risiko anak terpapar corona memang rendah, namun  WHO menyatakan bahwa imunisasi pada anak-anak di seluruh dunia harus tetap dilakukan pada masa pandemi COVID-19. Ini untuk mencegah peningkatan risiko tertular virus corona.

WHO memperingatkan bahwa anak-anak  akan berisiko bila terlambat  vaksinasi rutin untuk penyakit mematikan seperti polio, campak, demam kuning, dan meningitis

Setidaknya ada 21 negara melaporkan bahwa mereka kekurangan vaksin akibat dari pembatasan perbatasan dan gangguan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.



"Realitas tragisnya adalah anak-anak akan terdampak sebagai akibatnya," kata Tedros.

Sama seperti imunisasi yang tertunda, layanan perawatan kesehatan untuk penyakit lain, seperti malaria juga telah terganggu. Bahkan, ia mencatat bahwa jumlah kasus malaria di Afrika sub-Sahara berpotensi berlipat ganda.

Tedros mendesak negara-negara anggota untuk membantu memastikan program vaksinasi didanai penuh. Vaksin dan Imunisasi akan membutuhkan US$ 7,4 miliar untuk mengimunisasi 300 juta anak dengan 18 vaksin pada tahun 2025.

 "Ketika kegiatan vaksinasi turun, lebih banyak wabah yang akan terjadi. Wabah virus corona, yang dimulai di Wuhan, Cina, pada akhir Desember, masih jauh dari selesai," kata Tedros

 "Kami terus mendukung negara-negara ini dengan bantuan teknis melalui kantor regional dan negara kami dan dengan pasokan melalui penerbangan solidaritas," katanya.

WHO memperingatkan para pemimpin dunia pekan lalu bahwa mereka perlu menangani virus corona dengan baik untuk masa yang akan datang. Itu karena kasus lain juga memuncak di beberapa negara lain dan muncul kembali di daerah di mana pandemi Covid-19 tampaknya terkendali.

 "Jangan salah, kita masih harus menempuh jalan panjang.  Virus ini akan bersama kita untuk waktu yang lama," papar Tedros, Rabu.

Sementara, langkah-langkah sosial seperti social distancing di banyak negara untuk memperlambat penyebaran virus corona telah berhasil, namun virus tetap sangat berbahaya.

Data saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar populasi dunia tetap rentan. Tapi wabah itu juga dapat dengan mudah kembali.


[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading