Tato di Tubuh Rihanna Jadi Kunci di Balik Kesuksesannya

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
21 May 2019 20:10
Rihanna pasang kata motivasi di tubuhnya, agar selalu bangkit saat jatuh
Jakarta, CNBC Indonesia- Sukses bisa dibilang sudah ada di genggaman tangan Rihanna. Penyanyi, entrepreneur, perancang, dengan sederet prestasi yang bisa dibanggakan.

Lagunya selalu berada di tangga lagu teratas dan memboyong 9 piala Grammy. Produk kecantikannya Fenty Beauty terjual US$ 72 juta di bulan pertama peluncurannya, kekayaan bersihnya diperkirakan telah mencapai US$ 210 juta pada 2018 atau setara Rp 2,9 triliun.




Tapi segala kesuksesan itu bukannya tanpa jerih payah dan jatuh bangun. Dikutip dari CNBC Make It, Rihanna mengingat-ngingat pengalaman pahitnya dan memotivasi dirinya dengan mengukir tato di tubuhnya.

"Saya memiliki tato yang ditulis terbalik sehingga saya bisa membacanya saat bercermin bertuliskan Never a Failure Always a Lesson," kata Rihanna, dikutip dari CNBC International, Selasa (21/5/2019).

Menurut Rihanna orang akan paham sesuatu dengan mencobanya langsung, "Misal ibu Anda bilang jangan sentuh setrika karena panas, apa Anda percaya begitu saja? Anda harus menyentuhnya untuk tahu," katanya.

Dari musik, Rihanna merambah produk kosmetik dan kini fesyen. Label fesyen mewah barunya juga dinamakan Fenty, seperti merek kosmetiknya yang diambil dari nama belakangnya.

Tak tanggung-tanggung, Rihanna bermitra dengan rumah mode LVMH untuk produk fesyennya. Ini menjadikan Rihanna wanita berkulit gelap pertama yang memiliki label di bawah LVMH.

"Ini adalah awal dari dunia baru.  Semuanya adalah kolaborasi, jadi saya telah memasukkan DNA saya ke DNA mereka, tetapi sudah ada cetak biru.  Saya belajar sangat banyak tentang menjahit, kain - saya melihat kain yang belum pernah saya lihat dalam hidup saya," ungkap dia.

Rihanna tidak hanya menggunakan kegagalan untuk keuntungannya tapi dia juga menggunakan kritik sebagai bahan bakar yang menggerakkan dirinya.  

Tato di Tubuh Rihanna Jadi Kunci di Balik KesuksesannyaFoto: Rihanna (Instagram/badgalriri)


Dia mengatakan kepada majalah T bahwa setelah single pertamanya "Pon De Replay" (yang mencapai nomor 24 di Billboard pada tahun 2005) dianggao oleh kritikus musik sebagai one hits single semata, hal itu memotivasi dia untuk bekerja lebih keras dan akhirnya bercabang ke kreatif lainnya, seperti menciptakan lini kecantikan Fenty dan garis pakaian dalam, Savage X Fenty.

Tato di Tubuh Rihanna Jadi Kunci di Balik KesuksesannyaFoto: REUTERS/Eduardo Munoz


 "Komentar one hit single itu benar-benar menampar saya untuk kerja lebih keras, dan aku tidak pernah berhenti bekerja. Setiap kali itu tentang menantang diri saya sendiri dan Saya harus berbuat lebih baik, saya harus melakukan lebih baik.  Dan apa selanjutnya, apa selanjutnya?," katanya.

Dia mengatakan bahwa ketika dia memenangkan Grammy, Rihanna pun langsung memikirkan hal berikutnya yang bisa dibanggakan.

"Saya memenangkan Grammy dan menyadari itu menjadi masa lalu beberapa detik setelah piala di tangan saya. Itu sangat buruk, mengingat orang semestinya menikmati momen yang ada. Tapi ini justru membuat saya terpacu ke sektor lain, dan membuat saya bahagia," katanya.

[Gambas:Video CNBC]
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading