Kisah Sopir Online, Melahirkan di Mobil Hingga Filantropi

Lifestyle - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
31 December 2018 13:10
Penentang Ojek Online

Penentang Ojek Online

Syahman Hudi dulu tak pernah berpikir akan mencari rezeki bersama Grab Bike. Pria ini dulu dikenal di lingkungannya sebagai Didie Opanx (Ojek Pangkalan). Pria asal Jember ini awalnya menentang keberadaan ojek online.

Namun, akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan Grab pada 2006. Alasannya karena dia berpikir kemajuan teknologi tak bisa dibendung lagi. Didie pun merasakan peningkatan pemasukan bila dibandingkan bekerja sebagai Opang

"Alhamdulillah, hasil dari narik cukup untuk biaya sehari-hari dan beli susu buat anak saya," ujar Pak Didie, dalam Instagram Grab, Sabtu (29/12/2018).


Meski pendapatan meningkat, Didie mengaku perjalanan mengais rezeki tidak mulus. Dia pernah tertipu pesanan fiktif, membayar pesanan yang batal dipesan oleh pelanggan hingga dikejar anjing.

Didie pun tetap ikhlas karena sadar akan tanggung jawabnya terhadap keluarga. Bahkan ia percaya, setiap manusia sudah memiliki rezekinya masing-masing.

Dia pun kini juga bekerja sambilan sebagai satpam. Hal tersebut ia lakukan karena sang istri tengah mengandung anak kedua dan mereka perlu mempersiapkan banyak biaya.

Berangkat pagi hari dan pulang pun pagi hari, Didie juga selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dengan keluarga. Ia terbiasa mengajak anaknya bermain sebelum mulai menerima order pagi hari dan mengajak keluarganya berjalan-jalan ke taman kota atau pantai saat akhir pekan.


[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)
5 dari 5 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading