Asisten Pribadi Presiden Trump Ini Digaji Rp 1,8 M/Tahun

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
03 July 2018 16:16
Asisten Pribadi Presiden Trump Ini Digaji Rp 1,8 M/Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Hanya sedikit orang yang bisa berhadapan langsung dengan orang-orang terkenal seperti pemenang Oscar, Leonardo DiCaprio atau mantan Wakil Presiden Al Gore. Namun hal tersebut tak berlaku bagi Madeleine Westerhout asisten khusus Presiden Amerika Donald Trump.


Ya, politikus muda ini pertama kali menarik perhatian media pada tahun 2016. Kala itu ia difoto mengawal individu-individu berkuasa melalui Trump Tower, sebagai asisten kepala staf Komite Nasional Republik, Katie Walsh. 

Dia kemudian ditarik sebagai asisten khusus dan asisten eksekutif untuk Presiden Donald Trump dengan gaji tahunan US$130.000 (Rp 1,8 miliar) menurut data gaji Gedung Putih yang dirilis pada hari Jumat (29/6/2018).


Gaji ini tergolong tinggi untuk orang-orang seusianya. Pada 2017, karyawan AS dengan usia antara usia 25-34 tahun menerima gaji rata-rata US$773,50 (Rp 11 juta) setiap minggu, atau US$40.222 (Rp 579 juta) per tahun, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja.

Madeleine Westerhout menghasilkan US$ 95.000 (Rp 1,3 miliar) pada tahun 2017, yang berarti ia menerima kenaikan gaji 37% tahun ini.

Anita Decker Breckenridge, yang mulai sebagai asisten eksekutif Presiden Barack Obama selama masa jabatan keduanya, pada usia 32 tahun, menghasilkan US$95.000 (Rp 1,3 miliar) selama masing-masing dua tahun di Gedung Putih.

Jika memperhitungkan inflasi, asisten Trump memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari Anita Breckenridge, yang gaji tahun 2012 akan bernilai lebih dari US$105.400 (Rp 1,5 miliar) hari ini.

Bayaran Madeleine Westerhout juga lebih tinggi daripada asisten eksekutif pertama Obama, yang dimulai pada 2009 pada usia 27 tahun. Katie Johnson menghasilkan US$90.000 (Rp 1,2 miliar) pada tahun kedua sebagai asisten eksekutif Obama. Disesuaikan dengan inflasi, gajinya pada 2010 menjadi US$104.500 (Rp 1,4 miliar).

Madeleine Westerhout yang berasal dari California dan memiliki gelar sarjana ilmu politik dari College of Charleston ini sebelumnya bekerja sebagai asisten kandidat Partai Republik di tingkat negara bagian dan federal. Dia mengambil cuti dari kuliah pada tahun 2012 untuk magang dan ikut pada kampanye presiden Mitt Romney.

"Saya akan menjadi saksi mata sejarah, yang cukup menarik. Ini suatu kehormatan," ujar Madeleine Wasterhout kepada The College of Charleston tahun lalu.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading