Manajer Investasi Bidik Duit Fintech, RD Pasar Uang Digenjot

Investment - Irvin Avriano A.  , CNBC Indonesia
25 September 2019 12:29
Manajer Investasi Bidik Duit Fintech, RD Pasar Uang Digenjot Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku pasar reksa dana optimistis reksa dana jenis pasar uang dapat menjadi solusi bagi perusahaan teknologi keuangan (fintech) dan perdagangan elektronik (e-commerce) yang memiliki nilai transaksi sekaligus punya dana mengendap yang jumlahnya besar.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa juga membuka peluang kerja sama dengan fintech dari bisnis lain seperti pinjaman peer to peer (P2P lending) dan rekening dana nasabah (RDN) yang dibukakan sekuritas untuk nasabahnya.

"Selama ini dana mengendap fintech, e-commerce, atau e-wallet [dompet elektronik] hanya masuk ke deposito yang hasilnya kecil. Jika nanti dana mengendap mereka bisa masuk ke reksa dana pasar uang yang bisa ditarik setiap hari, tentu hasilnya akan lebih besar," ujar Alvin di studio CNBC TV, Selasa kemarin (24/9/19).



Pada Oktober tahun lalu, dana mengendap dompet elektronik melebihi angka Rp 8 triliun, sedangkan nilai transaksi e-commerce tahun lalu mencapai Rp 77,76 triliun.

Dengan nilai transaksi tersebut, dapat diduga bahwa nilai dana yang mengendap di sistem e-commerce melebihi nilai transaksi karena ada waktu tunggu dan penyelesaian transaksi yang jarang diselesaikan dalam 1 hari, belum ditambah dana transkasi dan mengendap dair bisnis lain seperti fintech, P2P, dan e-wallet.

Saat ini, dana mengendap dompet elektronik masih dilarang untuk diinvestasikan, sehingga jika ditempatkan pada instrumen reksa dana pasar uang maka hasil penempatan dapat lebih besar daripada tabungan perbankan biasa dengan risiko yang lebih terukur.

Reksa dana pasar uang adalah salah satu reksa dana terbuka, yang artinya dapat dibeli sewaktu-waktu. Produk jenis tersebut hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang di perbankan dan obligasi umur di bawah setahun, sehingga kupon dari efek surat utang di dalam portofolionya dapat mengangkat return produk tersebut di atas deposito perbankan.

Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) reksa dana pasar uang hanya dibolehkan berinvestasi pada instrumen pasar uang di dalam negeri seperti tabungan dan deposito serta efek utang yang umurnya di bawah 1 tahun.

Saat ini, bunga deposito bank yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya 6,5%, sedangkan kupon obligasi pemerintah yang jatuh tempo tahun depan yaitu FR0031 memiliki kupon 11% per tahun.

Selain obligasi pemerintah, reksa dana juga dapat berinvestasi pada surat utang yang diterbitkan korporasi, yang memiliki kupon lebih tinggi daripada surat utang negara (SUN).



Alvin mengatakan perusahaan manajemen investasi (MI) yang dia pimpin sudah memiliki reksa dana dengan keistimewaan waktu penyelesaian transaksi (settlement) 1 hari, lebih cepat daripada produk reksa dana serupa lain yang waktu settlement-nya paling cepat 2 hari.

Reksa dana bernama Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU 2) tersebut dinyatakan Alvin akan menjadi unggulan baru perseroan dan dana kelolaannya diprediksi dapat melampaui produk unggulan perseroan saat ini yaitu Mandiri Investa Pasar Uang (MIPU). Saat ini, MIPU menjadi reksa dana pasar uang terbesar di industri yaitu mengelola dana Rp 6,13 triliun.

"Dana kelolaan MIPU 2 bahkan bisa lebih dari MIPU [yang saat ini berdana kelolaan Rp 6,13 triliun]."

Sekarang ini, produk pasar uang yang baru diluncurkan pada Maret 2019 tersebut baru dipasarkan secara eksklusif di platform online perusahaan dan belum dijual melalui agen penjual.

Dia mengatakan saat ini produk yang berdana kelolaan sekitar Rp 100 miliar tersebut dapat memiliki waktu settlement lebih cepat daripada produk lain karena memiliki aset dan kewajiban (liabilities) dengan porsi yang dianggap pas sehingga dapat ditarik dalam 1 hari.

Selain itu, waktu pemrosesan pencairan reksa dana (redemption) MIPU 2 lebih cepat yaitu pada 10:00, tidak seperti reksa dana pasar uang lain atau bahkan reksa dana lain yaitu pada 13:00 setiap harinya.



  

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading