Gojek & Bukalapak Mau IPO, Begini Penjelasan BEI

Market - Monica Wareza & Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 September 2019 06:33
Otoritas bursa kembali menyerahkan kepada Unicorn tersebut untuk memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukan saham perdana (initial public offering/IPO).
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia(BEI) menegaskan upaya untuk mendekati startup Indonesia, yang sudah menjadi Unicorn (bernilai US$ 1 miliar), untuk mengajak mencatatkan saham sudah intens dilakukan. Otoritas bursa kembali menyerahkan kepada Unicorn tersebut untuk memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukan saham perdana (initial public offering/IPO).

Hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan rintisan berstatus unicorn atau bervaluasi di atas US$ 1 miliar seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

Sebelumnya, Gojek, perusahaan berbagi tumpangan yang didirikan Nadiem Makarim sempat diberitakan berminat melantai di bursa saham domestik.




Otoritas bursa juga sudah memfasilitasi bagi perusahaan rintisan menjadi perusahaan publik melalui papan akselerasi.

Fithri Hadi, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Bursa Efek Indonesia menyampaikan, BEI sudah melakukan sosialisasi kepada unicorn Indonesia seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka agar bisa menjadi perusahaan publik di Indonesia.

Namun, kata Fithri, keputusan untuk melangsungkan IPO ada di tangan manajemen unicorn tersebut.

"Unicorn sudah kita dekati, kasih sosialisasi bahkan kelas khusus. Tinggal mereka yang memutuskan untuk IPO di sini atau tidak," kata Fithri Hadi di BEI, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Go-Jek sempat menyebutkan IPO belum menjadi prioritas utama perusahaan super Apps yang berdiri sejak 2010 tersebut.

VP Corporate Communications Go-jek Kristy Nelwan mengatakan perusahaan sedang fokus memperkuat bisnis agar bisa terus memperkuat layanan di Indonesia dan di negara yang menjadi target ekspansi.

"IPO belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Fokus kami saat ini adalah untuk terus mengembangkan bisnis dan memperkuat layanan kepada para pengguna aplikasi kami serta terus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan kepada mitra kami di negara-negara tempat kami beroperasi," kata Kristy dalam keterangannya.


Dari jawaban tersebut tersirat bahwa keinginan masuk pasar modal tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat ini, mengingat perusahaan rintisan itu sudah mendapatkan sokongan dana besar dari sejumlah investor.

Sementara itu, pihak Bukalapak, seperti yang disampaikan Muhammad Fajrin Rasyid Co-Founder and President Bukalapak mengatakan masih melakukan kajian untuk melantai di bursa saham. Bukalapak memang punya rencana untuk go public, kata Fajrin, tapi sudah dipikirkan tidak dalam waktu dekat.

"Kami masih menganalisis belum ada (IPO) dalam waktu dekat. Kalau bicara mungkin yang mungkin saja. Setahun yang pasti belum," ujar Muhammad Fajrin Rasyid saat acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019.

Dia menuturkan bisa saja niatan itu terjadi dalam 2-5 tahun ke depan. Namun fokus Bukalapak saat ini adalah memperkuat layanan untuk pelanggan.

[Gambas:Video CNBC]


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading