Emiten Kakap Masih Sepi di Bursa, Siapa IPO Swasta Terbesar?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 September 2019 18:48
Emiten Kakap Masih Sepi di Bursa, Siapa IPO Swasta Terbesar?

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren masuknya perusahaan-perusahaan skala kecil sebagai emiten atau perusahaan publik sejak tahun lalu semakin meningkat. Hal ini menambah jumlah perusahaan tercatat dalam segi kuantitas karena sejak tahun lalu jumlah perusahaan ini semakin banyak.

Di saat bersamaan, perusahaan kelas kakap jarang terlihat melantai di bursa, terutama untuk perusahaan-perusahaan swasta.

Analis menilai sepinya lantai bursa dari emiten-emiten kelas kakap selama 2 tahun terakhir masih akan berlanjut hingga ketidakpastian (uncertainty) di pasar masih terjadi. Pasar dinilai masih belum kondusif untuk bisa menyerap saham-saham dengan jumlah emisi yang besar.


Kepala Riset PT Koneksi Capital Alfred Nainggolan mengatakan penggalangan dana melalui IPO (initial public offering) dalam jumlah besar membutuhkan anchor investor yang lebih besar, biasanya dilakukan dengan melakukan roadshow hingga ke luar negeri.

Namun, demand dari investor asing saat ini masih rendah mengingat belum kondusif situasi perekonomian global.

"Kalau dana dicari gede otomatis effort-nya juga cukup besar. Kalau yang gede pertimbangannya bahwa lokal belum akan cukup kuat sehingga perlu roadshow ke luar. Apalagi kondisinya sekarang dari sisi uncertainty masih cukup besar kalau berbicara perang dagang," kata Alfred kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/9/2019).


Data yang dirangkum CNBC Indonesia, paling anyar di tahun ini, emiten dengan nilai IPO besar yakni PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (LIFE) yang mencatatkan saham pada 9 Juli 2019. Perusahaan ini mengantongi dana senilai Rp 4,76 triliun dengan melepaskan 393,75 miliar seharga Rp 12.100/saham.

Selain asuransi ini, masih terdapat beberapa perusahaan lain yang berhasil mengantongi dana dalam jumlah besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut daftar emiten yang dirangkum CNBC Indonesia, mengecualikan emiten BUMN.

PT Adaro Energy Tbk. (ADRO)
Perusahaan milik Garibaldi 'Boy' Thohir ini mencatatkan saham di BEI pada 16 Juli 2008. Dengan melepas sebanyak 11,14 miliar saham di harga Rp 1.100/saham, perusahaan batu bara ini berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 12,25 triliun.

Per hari ini, Selasa (17/9/2019), kapitalisasi pasar ADRO telah mencapai Rp 45,90 triliun. Sementara sepanjang 2019, sahamnya sudah menguat 18,11%.

PT Indofood CBP Sukses Makmur tbk. (ICBP)
Perusahaan produsen mie instan terlaris se-Indonesia ini melakukan penawaran umum saham perdana pada 7 Oktober 2010.

Ketika dicatatkan, ICBP memperoleh dana Rp 6,29 triliun dengan melepas 1,17 miliar saham seharga Rp 5.395/saham. Hingga hari ini, harga saham sudah berada di Rp 11.950/saham dan pernah menyentuh harga tertinggi di Rp 12.125/saham.

PT Bayan Resources Tbk. (BYAN)
Bayan resmi diperdagangkan sahamnya di BEI pada 12 Agustus 2008. Terhitung dana yang diperoleh oleh Bayan senilai Rp 4,83 triliun dari melepas 833,33 juta saham seharga Rp 5.800/saham. Per hari ini harga saham BYAN sudah membubung tinggi menjadi senilai Rp 17.000/saham.


PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA)
Perusahaan rumah sakit ini mengantongi dana senilai Rp 4,45 triliun dari IPO di BEI. MIKA merupakan perusahaan rumah sakit pertama yang menjadi emiten di pasar modal.

Ketika dicatatkan di BEI saham ini pernah mencapai harga Rp 29.000/saham dari harga Rp 17.000 ketika dicatatkan perdana. Adapun 6 bulan setelah tercatat perusahaan memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 10:1.

PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP)
Perusahaan agro yang berasal dari Salim Group ini mencatatkan saham 8 tahun yang lalu, tepatnya pada 9 Juni 2011. Melepaskan 3,15 miliar saham seharga Rp 1.100/saham, sehingga mengantongi dana sebesar Rp 3,48 triliun.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading