Huawei Diblokir, AS Rugi Rp 803 T & 74.000 Kerjaan Terancam

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 May 2019 - 14:39
Huawei Diblokir, AS Rugi Rp 803 T & 74.000 Kerjaan Terancam
Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei Technologies dalam daftar perusahaan yang tidak bisa berbisnis dengan perusahaan AS bisa menjadi bumerang. Pasalnya, perusahaan AS bisa merugi miliaran dolar.

Dalam laporan Information Technology & Innovation Foundation tentang dampak dari kontrol ekspor pada sektor teknologi bisa membuat perusahaan AS kehilangan penjualan ekspor US$56,6 miliar atau setara Rp 803,72 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.200) dalam lima tahun. Kebijakan ini juga bisa mengancam 74.000 pekerjaan.



Pengacara Washington dan mantan pegawai Departemen Perdagangan, Kevin Wolf, mengatakan sanksi yang dijatuhkan pada Huawei mirip dengan sanksi yang diterima ZTE Corp dari Amerika Serikat (AS). Sanksi ini memberikan dampak besar pada bisnis dan keuangan ZTE, menurut sumber Reuters, Selasa (21/5/2019).


Sanksi ZTE dicabut 13 Juli lalu setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan Departemen Perdagangan, di mana ZTE setuju membayar denda US$ 1 miliar dan sanksi tambah US$ 400 juta dalam bentuk escrow (dana yang diendapkan di rekening bank) dan penggantian dewan direksi dan manajemen senior.

Foto: Huawei (REUTERS/Tyrone Siu)

Informasi saja, pemerintah AS baru saja memutuskan untuk melonggarkan sejumlah larangan yang dikenakan kepada Huawei. Departemen Perdagangan AS akan mengizinkan Huawei untuk membeli barang-barang buatan AS demi mempertahankan jaringan yang sudah ada saat ini dan menyediakan pembaruan (update) piranti lunak bagi ponsel-ponsel Huawei sudah beredar di pasar.

Perusahaan asal China itu masih dilarang membeli suku cadang dan komponen AS untuk membuat produk-produk baru tanpa persetujuan Washington.



Kelonggaran yang berlaku selama 90 hari itu menunjukkan bahwa perubahan terhadap rantai pasokan Huawei terjadi dalam waktu singkat, jauh, dan memberi dampak yang tidak diinginkan.

Pendiri Huawei Ren Zhengfei angkat bicara soal keputusan tersebut. Menurutnya, langkah penangguhan hukuman tersebut tidak memiliki arti bagi perusahaan karena telah membuat persiapan untuk skenario terburuk.


"Tindakan pemerintah AS saat ini meremehkan kemampuan kami," kata Ren Zeifeng dalam sebuah wawancara dengan CCTV, media Tiongkok.

Ren Zhengfei menambahkan Huawei berselisih dengan pemerintah AS, bukan dengan korporasinya, dan Huawei mampu membuat chip seperti yang dibeli dari perusahaan AS meskipun tak akan berhenti membeli chip AS.


Simak video tentang Google tangguhkan kerja sama dengan Huawei di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading