Huawei Diblokir, Samsung 'Ketiban' Durian Runtuh

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
21 May 2019 13:38
Huawei Diblokir, Samsung 'Ketiban' Durian Runtuh
Seoul, CNBC Indonesia - Saham Samsung Electronics melonjak lebih dari 4% pada Selasa (21/5/2019) menyusul masalah baru yang menimpa rivalnya, Huawei. Selain itu, keputusan Google untuk memutuskan hubungan dengan pembuat ponsel asal China ini juga turut mendorong harga saham Samsung.

Raksasa internet asal Amerika Serikat (AS) Google, yang sistem operasi seluler Android-nya memberdayakan sebagian besar smartphone di dunia, pekan ini mengatakan memutuskan hubungan dengan Huawei untuk mematuhi perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump.

Langkah ini dapat memiliki dampak besar bagi pengguna ponsel pintar Huawei, karena perusahaan tidak akan lagi memiliki akses ke layanan eksklusif Google, yang mencakup aplikasi Gmail dan Google Maps.

Hal ini membuat investor bertaruh bahwa kerugian Huawei dapat menguntungkan Samsung sehingga membuat harga saham perusahaan smartphone terbesar di dunia ini melonjak 4,3% dalam perdagangan sore di Seoul.


Analis mengatakan larangan AS akan merusak kemampuan Huawei untuk menjual ponsel di luar China dan memberi Samsung kesempatan untuk mengonsolidasikan posisinya di puncak pasar global.

"Jika Anda berada di Eropa atau China dan tidak dapat menggunakan Google Maps atau layanan Android apapun dengan ponsel cerdas Huawei, apakah Anda akan membelinya?" kata MS Hwang, seorang analis di Samsung Securities, kepada Bloomberg News, dilansir dari AFP.

"Bukankah itu membuat Anda akan membeli smartphone Samsung?" tambahnya.

Samsung, yang terus menghadapi persaingan dari perusahaan China, menyumbang 23,1% dari penjualan ponsel pintar global pada kuartal pertama tahun ini, menurut pengamat industri International Data Corporation, sementara Huawei hanya memiliki 19% pasar.

Huawei Diblokir, Samsung 'Ketiban' Durian RuntuhFoto: Samsung Galaxy S10e, S10, S10 + dan Samsung Galaxy S10 5G. REUTERS/Henry Nicholls

Pekan lalu, Trump menyatakan keadaan "darurat nasional" dan memasukkan sederet nama perusahaan yang dianggap "berisiko bagi keamanan nasional Amerika Serikat" ke dalam daftar hitam. Ini merupakan sebuah langkah yang menurut para analis jelas ditujukan pada Huawei.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan larangan bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk menjual atau mentransfer teknologi AS ke Huawei. Namun, lembaga itu juga memberikan izin penangguhan hukuman selama 90 hari dengan mengizinkan dikeluarkannya lisensi sementara.



Saksikan video mengenai pemblokiran Huawei oleh Trump berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading