Penjualan Tembus Rp 1.499,4 T, Ini 'Tentakel' Bisnis Huawei

Fintech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 March 2019 15:10
Penjualan Tembus Rp 1.499,4 T, Ini 'Tentakel' Bisnis Huawei
Nusa Dua, CNBC Indonesia - Perusahaan raksasa telekomunikasi asal China, Huawei Technlogies mencatatkan kinerja fantastis sepanjang tahun lalu, di tengah "badai" pemblokiran yang begitu agresif di Amerika Serikat.

Pada 2018, perusahaan yang bermarkas di Shenzen itu mencatatkan penjualan secara global sebesar US$107,1 milliar  atau setara Rp 1.499,4 triliun (asumsi US$1 =Rp 14.000), naik 19,5% dari perolehan tahun sebelumnya.

"Isu mengenai pemblokiran di Amerika Serikat tidak terlalu berpengaruh bagi kami, buktinya dalam laporan keuangan tahunan 2018, penjualan global kami tetap tumbuh," kata Daniel Zhou, Presiden Grup Bisnis Enterprise South Pacific Huawei kepada wartawan di The Mulia, Nusa Dua, Bali, Jumat (28/3/2019), dalam acara ISP Summit Asia Pacific 2019. 


Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2018, laba bersih perusahaan naik 25,1% mencapai 59,3 miliar yuan. Bisnis operator telekomunikasi, yang menjadi tulang punggngu perusahaan mencapai 294 miliar yuan, sedikit lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya 297,8 miliar yuan.

Penjualan Tembus Rp 1.499,4 T, Ini 'Tentakel' Bisnis HuaweiFoto: Zhou Danjin, Presiden Grup Bisnis Enterprise South Pacific Huawei saat acara ISP Summit Asia Pacific 2019 di Nusa Dua, Bali (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidik)

Untuk pertama kalinya, bisnis konsumer di tahun lalu tumbuh pesat, seiring naiknya penjualan smartphone, smart watch, dan laptop. Pos ini menyumbang pendapatan sebesar 348,9 miliar yuan, naik 45,1% dari tahun sebelumnya. 

"Untuk pertama kalinya konsumer bisnis menjadi penyumbang pendapatan terbesar Huawei di 2018," kata dia,

Lalu, sebetulnya bagaimana bisnis Huawei? Sebelum menjadi perusahaan perangkat telekomunikasi terbesar kedua di China dan dunia, Huawei Technologies adalah perusahaan yang fokus pada bisnis penelitian dan pengembangan, produksi dan pemasaran perangkat telekomunikasi serta operator telekomunikasi.

Seiring laku bisnis yang terus berkembang, perusahaan juga mengembangkan bisnis konsumer seperti smartphone, smart watch, hingga laptop. Produk dan servis perusahaan ini menjangkau lebih dari 140 negara. Pada 2018, Huawei mencatat rekor pengiriman 200 juta unit produknya pada 2018. 

Penjualan Tembus Rp 1.499,4 T, Ini 'Tentakel' Bisnis HuaweiFoto: Zhou Danjin, Presiden Grup Bisnis Enterprise South Pacific Huawei saat acara ISP Summit Asia Pacific 2019 di Nusa Dua, Bali (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidik)

Di pasar ponsel pintar,  Huawei belum lama ini memperkenalkan ponsel premium barunya Huawei P30 Pro di Paris, Prancis, Selasa (26/3/2019) waktu setempat. Flagship itu akan menjadi penantang Samsung Galaxy S10 Plus. 

5G dan Artifial Intelligence, dan Cloud 

Tidak hanya itu, Huawaei juga merambah ke bisnis teknologi 5G. Teknologi jaringan 5G, menjanjikan kecepatan koneksi internet yang lebih cepat dari 4G dengan latensi yang lebih rendah.

Nokia, Ericsson, dan Huawei berlomba-lomba memamerkan peralatan komunikasi dengan teknologi 5G terbaru mereka di di ajang Mobile World Congress (MWC), di Barcelona, Spanyol, belum lama ini.

Selain itu, seiring hadirnya era kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) dan data center berbasis komputasi awan (Cloud) di kawasan diperkirakan akan mengubah lanskap bisnis layanan penyedia jasa internet (internet service provider). 

Para industri memiliki konsensus bersama tentang layanan ISP tradisional di Asia Pasifik yang akan memasuki era transformasi digital berorientasi ke arah komputasi awan (cloud) pada tahun 2020. Layanan cloud diprediksi akan tumbuh dan semakin banyak pula infrastruktur yang mulai mengadopsi cloud Data Center yang lebih fleksibel dan gesir. 

Zhou mengungkapkan, tahun 2018, pendapatan Huawei dalam lini bisnis ISP di kawasan Asia Pasifik Selatan tumbuh sebesar 112 persen, dan pertumbuhan tersebut diharapkan akan terus meningkat pada tahun 2019. "Transformasi digital telah mendorong pertumbuhan bisnis Huawei," kata dia. 

Saat ini, Huawei telah menjadi penyedia solusi bagi lebih dari 1.000 perusahaan Internet maupun penyedia layanan data center yang terdapat di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu, 48 perusahaan dalam daftar Fortune Global 100 telah memilih Huawei sebagai mitra dalam mendukung transformasi digital.

Simak video ketatnya persaingan ponsel di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading