Perkembangan Teknologi

Batasi Pengguna Anak-anak, Pembuat Game PUBG Perketat Aturan

Fintech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
06 November 2018 15:00
Batasi Pengguna Anak-anak, Pembuat Game PUBG Perketat Aturan
Jakarta, CNBC Indonesia - Tencent Holdings akan memperluas sistem pencegahan kecanduan bagi para gamer di bawah umur untuk semua game-nya, kata perusahaan, Senin (5/11/2018). Hal ini dilakukan setelah industri tersebut menghadapi peningkatan pengawasan oleh pemerintah.

Sistem "permainan yang sehat" yang mencakup batas waktu untuk bermain sehari-hari dan dapat melakukan pemeriksaan identitas yang dibantu oleh teknologi pengenalan wajah, sudah digunakan pada game ponsel pintar (smartphone) Honor of Kings yang paling populer milik Tencent.



Rencananya, langkah serupa akan diterapkan ke sembilan game seluler lainnya tahun ini dan diperluas untuk diterapkan di semua game Tencent tahun depan, kata perusahaan dalam postingan di akun WeChat resminya.


Langkah ini menandai upaya terbaru Tencent untuk memenuhi permintaan pemerintah China untuk menerapkan kontrol yang lebih ketat guna memerangi kecanduan game dan meningkatnya gangguan penglihatan di antara orang-orang muda, dilansir dari Reuters.

Pengumuman negara pada bulan Agustus menyerukan regulator penerbitan untuk mengontrol jumlah video game online baru dan untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak muda China untuk bermain game tersebut.

Tencent, perusahaan game terbesar di dunia berdasarkan pendapatan, telah mengalami hambatan regulasi tahun ini dan otoritas China belum menyetujui game barunya sejak Maret.

Batasi Pengguna Anak-anak, Pembuat Game PUBG Perketat AturanFoto: Edward Ricardo
Tanpa persetujuan untuk pembelian dalam aplikasi, Tencent tidak dapat menghasilkan uang dari beberapa game yang sangat populer, seperti PlayerUnknown's Battlegrounds Mobile (PUBG Mobile), yang merupakan game yang estimasi CLSA-nya dapat menghasilkan pendapatan hingga US$1 miliar (Rp 14,8 triliun) secara tahunan jika diberikan lisensi monetisasi.

Saham Tencent, yang telah turun sebesar 28% tahun ini, kembali melemah 3,7% pada penutupan Senin dan menyumbang penurunan 2% di indeks acuan Hang Seng.

Tencent pada bulan September mengumumkan rencana untuk menambahkan sistem registrasi nama asli untuk gamer baru di game pertempuran mobile Honor of Kings.

Game role-player fantasi itu telah terbukti sangat populer sehingga Tencent menerapkan pembatasan waktu bermain untuk anak-anak pada bulan Juli tahun lalu sebagai tanggapan terhadap kritik oleh media negara atas kecanduan pada permainan ini.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah diperbolehkan bermain kapanpun selama satu jam dalam sehari, kecuali di jam malam dari jam 9 malam sampai jam 8 pagi. Anak-anak di atas usia 12 tahun dapat bermain selama dua jam sehari.



Tencent mengatakan dalam postingan hari Senin bahwa pihaknya mencoba verifikasi identitas yang dibantu oleh pengenalan wajah untuk pemain baru di Beijing dan Shenzhen pada bulan September. Sejak Oktober, mereka telah memverifikasi informasi ID pengguna yang sudah ada dan mengharapkan akan menyelesaikan prosesnya pada akhir bulan ini.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading