Perkembangan Teknologi

Buka-Bukaan Brian Acton Soal Alasan Tinggalkan WhatsApp

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
27 September 2018 15:28
Buka-Bukaan Brian Acton Soal Alasan Tinggalkan WhatsApp
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan chairman dan chief executive WhatsApp Brian Acton akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk mundur dari Facebook dan harus kehilangan US$850 juta (Rp 12,7 triliun) karena meninggalkan perusahaan.

Dalam sebuah wawancara dengan Forbes, pendiri WhatsApp ini menyatakan alasan tersebut karena ada ketidaksepakatan tentang bagaimana Facebook harus memonetisasi platform buatannya.


WhatsApp didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum pada 2009. Pada 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai US$19 triliun dalam bentuk uang tunai dan saham. Brian Acton meninggalkan Facebook pada September 2017.


Brian Acton mengatakan Mark Zuckerberg dan eksekutif Facebook lainnya ingin mulai menargetkan iklan ke pengguna dan menjual alat analisis bisnis, dua rencana yang tidak disetujuinya.

"Pada akhir hari, saya menjual perusahaan saya," kata Acton kepada Forbes. "Saya menjual privasi pengguna saya untuk manfaat yang lebih besar. Saya membuat pilihan dan kompromi. Saya hidup dengan itu setiap hari."

Pada bulan Maret, ketika Facebook berada di pusat skandal yang melibatkan pemaparan data pengguna pribadi, Brian Acton bercuit di akun Twitter pribadinya "Sudah waktunya. #Deletefacebook." Sesama pendiri WhatsApp, Jan Koum, meninggalkan Facebook pada bulan April 2018.

Buka-Bukaan Bos Whatsapp Soal Tinggalkan FacebookFoto: IST via Twitter

Gelombang pengunduran diri para eksekutif memang sedang terjadi di Facebook. Pendiri Instagram, Kevin Systrom yang menjabat sebagai CEO dan Mike Krieger yang menduduki posisi CTO, telah mengundurkan diri dari perusahaan jejaring sosial berbagi foto itu pada hari Senin (24/9/2018).

Sebab pengunduran diri itu adalah meruncingnya perseteruan antara keduanya dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg tentang arah pengembangan produk ke depan, menurut pihak-pihak yang mengetahui hal tersebut, The Star melaporkan dengan mengutip Bloomberg.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading