Internasional

Sumber Harta Orang-orang Terkaya AS: Teknologi

Entrepreneur - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
04 October 2018 18:57
Sumber Harta Orang-orang Terkaya AS: Teknologi
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu alasan terbesar meningkatnya kekayaan 400 orang terkaya di Amerika Serikat (AS) adalah naiknya pendapatan dari sektor teknologi.

Untuk pertama kalinya, Jeff Bezos menduduki peringkat pertama dalam daftar versi Forbes itu dengan nilai kekayaan bersih US$160 miliar (Rp 2.431 triliun) atau lebih tinggi US$78,5 miliar dibandingkan tahun lalu.

[Gambas:Video CNBC]
Ini berarti penambahan kekayaan Bezos dalam satu tahun lebih banyak dari penghasilan semua orang Amerika lainnya, selain Bill Gates yang menduduki peringkat dua dan sahabatnya Warren Buffett.


Secara keseluruhan ada 65 miliuner dari sektor teknologi di daftar 400 orang terkaya AS 2018 versi Forbes. Nilai gabungan kekayaan mereka berjumlah hampir US$821 miliar, 17% lebih tinggi dari tahun lalu.




Jack Dorsey, CEO Twitter dan Square, menjadi pemilik persentase kenaikan kekayaan tertinggi dengan 184% dan memiliki total aset bersih US$6,3 miliar. Kekayaannya naik hampir tiga kali lipat dalam satu tahun terakhir karena saham perusahaan pembayaran ponselnya, Square, telah mengalami lonjakan nilai, dikutip dari Forbes hari Kamis (4/10/2018).

Lima taipan teknologi berhasil masuk ke dalam daftar untuk pertama kalinya. Salah satunya adalah Drew Houston, co-founder dan CEO dari perusahaan penyimpanan file dan berbagi file Dropbox dengan kekayaan US$2,7 miliar dan menempati peringkat 302. Kekayaannya melonjak drastis setelah perusahaanya resmi melantai di bursa AS.

Sektor Teknologi Jadi Sumber Harta Orang-orang Terkaya ASCEO Paling Berpengaruh di Dunia (Foto: Arie Pratama)
Di lain pihak, tahun ini juga menjadi masa yang penuh tantangan bagi beberapa perusahaan teknologi terbesar di negara ini.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mencoba untuk bertahan pada peringkat keempat meskipun mengalami penurunan dalam jumlah kekayaannya. Ia sekarang memiliki kekayaan senilai US$61 miliar, US$10 miliar lebih sedikit dari tahun lalu.

Facebook menghadapi kritik pada tahun lalu karena penanganannya terhadap data pengguna, dan yang terakhir adalah peretasan yang mempengaruhi 50 juta akun.




Sebagian dari alasan turunnya nilai kekayaan bersihnya adalah kepemilikan saham perusahaan yang makin berkurang. Zuckerberg secara teratur menjual saham
Facebook, dengan sebagian besar hasilnya disalurkan ke yayasan Chan-Zuckerberg Initiative. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading